Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Saturday, 17 January 2015

Jangan Bangga Dengan Amal Yang Kau Perbuat!

Ada 4 pria berbicara mengenai amal ibadah mereka dan kesuksesan yang didapatnya:
Pria 1 : Alhamdulillah, sejak sering shalat dhuha rejeki menjadi lancar. Bisnis sukses, sebentar lagi anak saya lulus smu rencananya akan sekolah ke luar negeri.
Pria 2 : Bukan main, hebat sekali, sejak naik haji ibadah semakin rajin, alhamdulillah anak juga sukses rumahnya harganya milyaran, belum lagi kendaraannya. Sebagai orang tua sangat bangga, berkat doa dan didikan saya.
Pria 3 : MasyaAllah, sungguh nikmat tak terkira sejak rajin puasa dan bersedekah, rezeki bagaikan sungai mengalir tidak ada putus-putusnya. Anak baru selesai kuliah di luar negeri sekarang jadi staff khusus Mentri.
Ketiga pria tersebut kemudian melirik pria 4 sejak tadi hanya terdiam. salah satu bertanya pada pria 4. “bagaimana dirimu? Mengapa diam saja?”.
Pria 4 : Saya tidak sehebat kalian, jangankan kesuksesan bahkan saya tidak tahu ibadah saya lakukan diterima oleh Allah SWT atau tidak. Saya mengetahui ibadah saya diterima dan sukses setelah saya meninggal nanti. Jadi saya merasa belum bisa menceritakan ibadah yang saya lakukan dan balasan yang Allah berikan kepada saya.

Sifat Hamba Beriman
Sikap orang shalih penghuni surga yang diabadikan Al-Qur'an, bersungguh-sungguh dalam ibadah kepada Allah dan takut kalau-kalau ibadahnya tidak diterima. Bahkan, lebih dari itu, ia beranggapan amalnya tidak pantas diterima oleh Allah. Banyak cacat dan kekurangan dalam ibadah yang mereka tegakkan sehingga istighfar senantiasa terucap dari lisan mereka. Allah Ta’ala berfirman tentang mereka,
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آَتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ
"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka." (QS. Al-Mukminun: 60)

Aisyah Radliyallaahu 'Anha berkata, “Aku telah bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam tentang ayat ini, apakah mereka orang-orang yang minum khamer, pezina, dan pencuri? Beliau  menjawab, “Tidak, wahai putri al-Shiddiq. Mereka adalah orang-orang yang berpuasa, menunaikan shalat dan shadaqah namun mereka takut kalau amalnya tidak diterima.” (HR. Muslim, kitab al Imarah, bab Man Qatala li al-Riya wa al-Sum’ah Istahaqqa al-Naar, no. 1905)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan beberapa sifat penghuni surga dari orang-orang muttaqin dengan banyak istighfarnya (memohon ampunan) kepada-Nya.
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍآخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Al-Dzaariyat: 15-18)

Ibnu Katsir menyebutkan penafsiran sebagian ulama terhadap ayat terakhir, "Mereka shalat malam dan mengakhirkan (melanjutkannya,-red) istighfar sampaia waktu sahur (menjelang shubuh)." Jadi mereka itu adalah orang-orang yang mengisi hidupnya dengan kebaikan. Mereka banyak amal dengan harta dan fisik mereka. Tapi dipenghujung malam, selepas mengerjakan shalat malam yang panjang, mereka memohon ampun atas dosa dan kesalahan.
Imam Ibnul Qayyim berkata, “Puas dengan ketaatan yang telah dilakukan adalah di antara tanda kegelapan hati dan ketololan. Keraguan dan kekhawatiran dalam hati bahwa amalnya tidak diterima harus disertai dengan mengucapkan istighfar setelah melakukan ketaatan. Hal ini karena dirinya menyadari bahwa ia telah banyak melakukan dosa-dosa dan banyak meninggalkan perintah-Nya."

Jangan Bersandar Pada Amal
Sebab dari ketertipuan ini adalah sikap bersandar kepada amal secara berlebih. Ini akan melahirkan kepuasan, kebanggaan, dan akhlak buruk kepada Allah Ta’ala. Orang yang melakukan amal ibadah tidak tahu apakah amalnya diterima atau tidak. Mereka tidak tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah amalnya bernilai keikhlasan atau tidak. Oleh karena itu, mereka dianjurkan untuk meminta rahmat Allah dan selalu mengucapkan istighfar karena Allah Mahapengumpun dan Mahapenyayang.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radliyallah 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا
"Sungguh amal seseorang tidak akan memasukkannya ke dalam surga." Mereka bertanya, "tidak pula engkau ya Rasulallah?" Beliau menjawab, "Tidak pula saya. Hanya saja Allah meliputiku dengan karunia dan rahmat-Nya. Karenanya berlakulah benar (beramal sesuai dengan sunnah) dan berlakulah sedang (tidak berlebihan dalam ibadah dan tidak kendor atau lemah)." (HR. Bukhari dan Muslim, lafadz milik al-Bukhari)

Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga kecuali dengan rahmat Allah. Dan di antara rahmat-Nya adalah Dia memberikan taufiq untuk beramal dan hidayah untuk taat kepada-Nya. Karenanya, dia wajib bersyukur kepada Allah dan merendah diri kepada-Nya.
Tidak layak hamba bersandar kepada amalnya untuk menggapai keselamatan dan mendapatkan derajat tinggi di surga. Karena tidaklah dia sanggup beramal kecuali dengan taufiq Allah, meninggalkan maksiat dengan perlindungan Allah, dan semua itu berkat rahmat dan karunia-Nya.
Seorang hamba tidak pantas membanggakan amal ibadahnya yang seolah-olah bisa terlaksana karena pilihan dan usahanya semata, apalagi ada perasaan telah memberikan kebaikan untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan amal ibadah hamba-hamba-Nya. Dia Mahakaya, tidak butuh kepada makhluk-Nya. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Dunia Hanya Diam Melihat Terbunuhnya Jutaan Muslim

(VOA-ISLAM) Setiap hari Muslim harus menghadapi kematian di tangan mereka yang sekarang meneriakkan solidaritas atas kematian wartawan dan kartunis Charlie Hebdo?
Masyarakat dunia mengutuk serangan atas media Charlie Hebdo yang sudah menghina Nabi Shallahu alaihi wassalam. Tapi siapa yang ikut berbaris di barisan paling depan, saat aksi ‘march’ di Paris, dan melakukan gerakan solidaritas atas Charlie Hebdo?

Mengapa mereka bisa bergandengan tangan dengan ‘Hitler’ abad ini, yaitu Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu? Siapa Benyamin Netanyahu? Ini benar-benar sangat absurd dan tidak masuk akal. Mereka yang masih mengaku beradab bisa bergandengan tangan dengan pembunuh biadab yang sudah membunuh puluhan ribu Muslim Palestina.
Para pemimpin dunia yang ikut dalam pawai di Paris, bergandengan tangan, mengumandangkan toleransi, kebebasan, persamaan, dan bahkan kemanusiaan. Ini benar-benar sebuah episode kemanufikan yang sangat telanjang.

Mereka tidak pernah toleran terhadap Muslim. Mereka tidak pernah memberi kebebasan terhadap Muslim. Mereka tidak pernah memberi persamaan terhadap Muslim. Mereka tidak memiliki sedikitpun rasa kemanusiaan terhadap Muslim. Barat kumpulan manusia yang tidak pernah toleran, memberi kebebasan, memberi persamaan, dan tidak memiliki rasa kemanusiaan  terhadap Muslim.
Mestinya setiap warga Muslim yang sudah lahir di Eropa mendapatkan hak-hak dasar mereka. Apapun bentuknya. Di  Eropa berlaku berbagai sikap dan kebijakan diskriminatif terhadap Muslim. Sampai terhadap hal-hal  yang sangat mendasar, yaitu terkait dengan masalah keyakinan agama.
Muslimah di Eropa tidak dapat bebas melaksanakan hak-hak  dasarnya, khususnya terhadap agamanya (al-Islam). Hampir semua negara Eropa,  tidak membolehkan Muslimah menggunakan ‘niqab’ (cadar). Karena dianggap bertentangan dengan budaya mereka yagn sekuler.
Bukan hanya soal ‘niqab’, sampai menyangkut soal pekerjaan. Tetap saja Muslim yang  sudah lahir di daratan Eropa, mereka mendapatkan perlakuan yang diskriminatif.
Eropa yang budayanya sudah menua dan uzur itu, sekarang ini mereka takut dengan Muslim yang tumbuh pesat didaratan Eropa. Padahal, kehancuran masyarakat Eropa, bukan karena serangan ‘teroris’, tapi kehancuran mereka karena factor budaya mereka sendiri.
Budaya materliasme  yang sangat mengagungkan benda telah menyeret kehidupan mereka kepada atheisme. Eropa tanpa ‘Tuhan’. Agama Kristen sudah tidak lagi bisa memuaskan dahaga rohani  mereka. Perlahan-lahan Eropa berubah menuju destruksi yang bersifat massal.

Mereka membuat mesin pembunuh sendiri, dan diratifikasi oleh parlemen mereka sendiri.
Parlemen negara-Parlemen Uni Eropa,  diantaranya negara-negara besar,  seperti Perancis, Inggris, Jerman, Belanda, Itali dan sejumlah negara lainnya, meratifikasi undangn-undang yang membolehkan perkawinan antar jenis. Inilah malapetaka bagi masa depan Uni  Eropa. Bukan  teroris Muslim.
Karena dampaknya dengan keputusan setiap negara Uni Eropa meratifikasi undang-undang perkawinan antar jenis itu, secara perlahan-lahan  masyarakat Eropa akan punah secara alamiah. Sekarang sudah berdampak dengan stagnasi ekonomi Eropa, akibat populasi ‘manula’ jumlahnya sudah mencapai 65 persen. Orang Eropa yang berumur jumlahnya sudah mayoritas.
Maka tak perlu mereka membuat aksi solidaritas terhadap peristiwa serangan terhadap Charlie Hebdo. Karena secara alamiah masyarakat Eropa pasti akan punah dengan budaya materliasme yang mereka anut. Kebebasan yang mereka yakini sebagai ‘agama’ telah menjadi mesin pembunuh bagi kehidupan mereka.

Betapa mereka yang sudah hidup dengan dogma materialism itu, tak  pernah tersentuh dengan kondisi yang dialami Muslim dunia Islam.
Di mana setiap hari Muslim mengerang menuju kematian akibat mesin pembunuh yang mereka ciptakan. Sekarang mereka gunakan membunuh di Suriah, Irak, Palestina, Afghanistan, Somalia, dan berbagai negara Muslim di dunia.
Maka, seorang ulama Turki dengan sangat jelas, memberikan pernyataan, bahwa dunia diam tentang pembunuhan jutaan Muslim di berbagai negara, ujar  Mehmet Gormez, ulama Istambul, Selasa, 14/1/2015.

Budaya materliasme yang sudah menghunjam di setiap bathin  penduduk Eropa, tidak pernah bisa merasakan penderitaan dan kenistapaan Muslim yang sekarang menjadi korban kejahatan mereka. Sungguh sangat luar biasa.
"Di satu sisi, sekitar 12 juta Muslim telah dibantai secara kejam di dunia Islam dalam 10 tahun terakhir, dan di sisi lain, 12 orang dibunuh  di Paris pekan lalu," kata Gormez.
Tapi, 12 orang wartawan dan kartunis Charlie Hebdo telah menggerakkan masyarakat Eropa. Tapi, jutaan Muslim dibantai secara kejam oleh pasukan Sekutu yang dipimpin AS dan Eropa, tapi semua diam.

“Kami melihat para pemimpin dunia   yang tidak berbicara tentang pembunuhan jutaan Muslim, saat mereka melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan hanya 12 orang”, tambahnya.
"Kematian manusia adalah kematian manusia," kata Gormez. "Tidak ada perbedaan dalam pembunuhan, baik di Damaskus, Baghdad atau Paris”, tegas Gomez.
Jika dunia tidak bereaksi terhadap semua pembunuhan dan pembantaian dengan cara yang sama, tanpa memandang agama atau negara, maka seluruh umat manusia akan hancur, tutup Gormez. Sungguh dunia akan hancur bersamaan materiliasme dan kebebasan yang tanpa arah. Wallahu’alam.