
Ustadz Ahmad Al Hafidz - Rumah Yatim Tahfidz Al Qur'an Daarul Ilmi :
1.Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita dengar orang berbicara dengan nada pesimis (sinis, negatif, ragu-ragu, minder, dll) dan sok tahu. Sikap ini didasari ketidakmauan untuk mencari kejelasan terhadap suatu perkara. Hal ini bahkan terjadi pada diri kita sendiri. Atau ada diantara kita yang suka menghukumi dan menghakimi suatu perkara dengan hanya berdasar pada bukti dan data yang sangat sedikit (minim). Baru mendengar kabar dari seseorang, langsung dipercaya dan sudah berani berkomentar macam-macam. Sikap-sikap seperti ini biasanya muncul karena kita sering terburu-buru berprasangka terhadap suatu perkara yang belum jelas. Atau kalaupun sudah jelas perkara tersebut, kita kurang bijaksana dalam menyikapinya (QS. Yunus 36)[2]. Maka yang muncul kemudian emosi, marah, mau menang sendiri, dan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain. Dengan kata lain, menjadi sok benar sendiri. Sikap menganggap dirinya yang paling benar inilah yang sering jadi penyakit di tengah masyarakat. Sikap menganggap hanya dirinyalah yang paling berpengalaman, paling bisa, paling pinter, paling tinggi derajadnya dan lain sebagainya.Sikap ini mengingkari kenyataan (menegasikan) bahwa banyak orang di sekitar kita yang mungkin lebih pinter, lebih berpengalaman, lebih berhak bicara, atau dalam bahasa lain tidak bisa nguwongke (memanusiakan) orang lain.Sikap nguwongke menjadi barang langka di tengah-tengah kita. Kita lebih enjoy kalau di subyo-subyo, mriyayi dan enggan berkomunikasi secara terbuka. Masih banyak yang lebih suka nacat, mencari-cari kesalahan orang lain dan tidak mau introspeksi diri (muhasabah). Bersambung… Silakan di save di notepad.
2.Begitu luas akibat (implikasi) buruk yang ditimbulkan oleh sikap suudzon atau buruk sangka ini. Orang yang suka suudzon cenderung suka menilai orang lain dengan memperbesar kekurangannya. Maka dicari-carilah kekurangannya. Kelebihan yang tampak pada orang lain selalu ditutup-tutupi, atau kalaupun disebut maka hanya sedikit dengan maksud untuk menjatuhkan. Tak heran jika sikap suudzon ini bisa menjauhkan orang dari sahabat-sahabatnya atau teman-temannya. Orang lain jadi tidak mau mendekat karena takut dinilai kesehariannya atau sifatnya. Kalau sudah tidak ada yang mendekat maka akses apapun akan sulit didapat termasuk akses usaha dan bisnis. Inilah mengapa suudzon bisa menutup jalan rejeki. Apalagi kalau sampai suudzon kepada Allah. Artinya selalu berprasangka yang tidak baik kepada Allah. Ini ditunjukkan dengan sikap pesimisme, menyerah pada nasib, suka mengeluh, dan lain-lain. Hampir tidak ada celah positif dalam hidupnya. Ini menimbulkan persepsi diri yang selalu negatif; pesimis, suka mengeluh, suka nyacat, menilai jelek orang lain, suka mencari-cari kesalahan, gengsi, dll. Mengatasi hal ini tak lain dan tak bukan hanyalah dengan mengubah pola pikir kita dalam menghadapi sesuatu. Kita menyangka baik terhadap orang lain, kalau sangkaan itu salah maka kita tetap dapat pahala kebaikan, tetapi sebaliknya kalau kita suudzon terhadap orang lain, kalau sangkaan buruk itu benar kita tetap berdosa, apalagi kalau sampai sangkaan itu salah. Berangkat dari suudzon ini pula kita sering terjatuh ke dalam kubangan lumpur menggunjing atau ngrasani jelek orang lain. Na’udzubillahi min dzaalik.
Jadi teman-teman, yuk mari kita sama-sama introspeksi diri. Siapa tau masih ada rasa dendam di dalam hati kita pada seseorang dan kita belum mema'afkannya. Siapa tau kita masih suka suudzan pada teman kita padahal belum tentu benar. Di dalam penjelasannya saja, jika sangkaan buruk kita ternyata benar pun kita sudah berdosa, apalagi tidak terbukti benar... terlebih lagi jika kita berburuk sangkat kepada Sang Maha Pencipta. Na'udzubillahi min dzaliik...
Belajar mema'afkan dengan tulus kepada orang-orang yang pernah menyakiti kita, yang suka usil, iseng, pokoknya yang suka bikin kita jadi kesel deh. Kita ambil positifnya saja dan do'akan semoga mereka punya kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. berbaik sangka kepada orang lain, terutama kepada Allah SWT akan membuat hati kita selalu tenang dan tentram, selain itu juga urusan kita akan selalu dimudahkan oleh Allah SWT. Aamiin...



