Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Saturday, 17 January 2015

Jangan Bangga Dengan Amal Yang Kau Perbuat!

Ada 4 pria berbicara mengenai amal ibadah mereka dan kesuksesan yang didapatnya:
Pria 1 : Alhamdulillah, sejak sering shalat dhuha rejeki menjadi lancar. Bisnis sukses, sebentar lagi anak saya lulus smu rencananya akan sekolah ke luar negeri.
Pria 2 : Bukan main, hebat sekali, sejak naik haji ibadah semakin rajin, alhamdulillah anak juga sukses rumahnya harganya milyaran, belum lagi kendaraannya. Sebagai orang tua sangat bangga, berkat doa dan didikan saya.
Pria 3 : MasyaAllah, sungguh nikmat tak terkira sejak rajin puasa dan bersedekah, rezeki bagaikan sungai mengalir tidak ada putus-putusnya. Anak baru selesai kuliah di luar negeri sekarang jadi staff khusus Mentri.
Ketiga pria tersebut kemudian melirik pria 4 sejak tadi hanya terdiam. salah satu bertanya pada pria 4. “bagaimana dirimu? Mengapa diam saja?”.
Pria 4 : Saya tidak sehebat kalian, jangankan kesuksesan bahkan saya tidak tahu ibadah saya lakukan diterima oleh Allah SWT atau tidak. Saya mengetahui ibadah saya diterima dan sukses setelah saya meninggal nanti. Jadi saya merasa belum bisa menceritakan ibadah yang saya lakukan dan balasan yang Allah berikan kepada saya.

Sifat Hamba Beriman
Sikap orang shalih penghuni surga yang diabadikan Al-Qur'an, bersungguh-sungguh dalam ibadah kepada Allah dan takut kalau-kalau ibadahnya tidak diterima. Bahkan, lebih dari itu, ia beranggapan amalnya tidak pantas diterima oleh Allah. Banyak cacat dan kekurangan dalam ibadah yang mereka tegakkan sehingga istighfar senantiasa terucap dari lisan mereka. Allah Ta’ala berfirman tentang mereka,
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آَتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ
"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka." (QS. Al-Mukminun: 60)

Aisyah Radliyallaahu 'Anha berkata, “Aku telah bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam tentang ayat ini, apakah mereka orang-orang yang minum khamer, pezina, dan pencuri? Beliau  menjawab, “Tidak, wahai putri al-Shiddiq. Mereka adalah orang-orang yang berpuasa, menunaikan shalat dan shadaqah namun mereka takut kalau amalnya tidak diterima.” (HR. Muslim, kitab al Imarah, bab Man Qatala li al-Riya wa al-Sum’ah Istahaqqa al-Naar, no. 1905)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan beberapa sifat penghuni surga dari orang-orang muttaqin dengan banyak istighfarnya (memohon ampunan) kepada-Nya.
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍآخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Al-Dzaariyat: 15-18)

Ibnu Katsir menyebutkan penafsiran sebagian ulama terhadap ayat terakhir, "Mereka shalat malam dan mengakhirkan (melanjutkannya,-red) istighfar sampaia waktu sahur (menjelang shubuh)." Jadi mereka itu adalah orang-orang yang mengisi hidupnya dengan kebaikan. Mereka banyak amal dengan harta dan fisik mereka. Tapi dipenghujung malam, selepas mengerjakan shalat malam yang panjang, mereka memohon ampun atas dosa dan kesalahan.
Imam Ibnul Qayyim berkata, “Puas dengan ketaatan yang telah dilakukan adalah di antara tanda kegelapan hati dan ketololan. Keraguan dan kekhawatiran dalam hati bahwa amalnya tidak diterima harus disertai dengan mengucapkan istighfar setelah melakukan ketaatan. Hal ini karena dirinya menyadari bahwa ia telah banyak melakukan dosa-dosa dan banyak meninggalkan perintah-Nya."

Jangan Bersandar Pada Amal
Sebab dari ketertipuan ini adalah sikap bersandar kepada amal secara berlebih. Ini akan melahirkan kepuasan, kebanggaan, dan akhlak buruk kepada Allah Ta’ala. Orang yang melakukan amal ibadah tidak tahu apakah amalnya diterima atau tidak. Mereka tidak tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah amalnya bernilai keikhlasan atau tidak. Oleh karena itu, mereka dianjurkan untuk meminta rahmat Allah dan selalu mengucapkan istighfar karena Allah Mahapengumpun dan Mahapenyayang.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radliyallah 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا
"Sungguh amal seseorang tidak akan memasukkannya ke dalam surga." Mereka bertanya, "tidak pula engkau ya Rasulallah?" Beliau menjawab, "Tidak pula saya. Hanya saja Allah meliputiku dengan karunia dan rahmat-Nya. Karenanya berlakulah benar (beramal sesuai dengan sunnah) dan berlakulah sedang (tidak berlebihan dalam ibadah dan tidak kendor atau lemah)." (HR. Bukhari dan Muslim, lafadz milik al-Bukhari)

Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga kecuali dengan rahmat Allah. Dan di antara rahmat-Nya adalah Dia memberikan taufiq untuk beramal dan hidayah untuk taat kepada-Nya. Karenanya, dia wajib bersyukur kepada Allah dan merendah diri kepada-Nya.
Tidak layak hamba bersandar kepada amalnya untuk menggapai keselamatan dan mendapatkan derajat tinggi di surga. Karena tidaklah dia sanggup beramal kecuali dengan taufiq Allah, meninggalkan maksiat dengan perlindungan Allah, dan semua itu berkat rahmat dan karunia-Nya.
Seorang hamba tidak pantas membanggakan amal ibadahnya yang seolah-olah bisa terlaksana karena pilihan dan usahanya semata, apalagi ada perasaan telah memberikan kebaikan untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan amal ibadah hamba-hamba-Nya. Dia Mahakaya, tidak butuh kepada makhluk-Nya. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Dunia Hanya Diam Melihat Terbunuhnya Jutaan Muslim

(VOA-ISLAM) Setiap hari Muslim harus menghadapi kematian di tangan mereka yang sekarang meneriakkan solidaritas atas kematian wartawan dan kartunis Charlie Hebdo?
Masyarakat dunia mengutuk serangan atas media Charlie Hebdo yang sudah menghina Nabi Shallahu alaihi wassalam. Tapi siapa yang ikut berbaris di barisan paling depan, saat aksi ‘march’ di Paris, dan melakukan gerakan solidaritas atas Charlie Hebdo?

Mengapa mereka bisa bergandengan tangan dengan ‘Hitler’ abad ini, yaitu Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu? Siapa Benyamin Netanyahu? Ini benar-benar sangat absurd dan tidak masuk akal. Mereka yang masih mengaku beradab bisa bergandengan tangan dengan pembunuh biadab yang sudah membunuh puluhan ribu Muslim Palestina.
Para pemimpin dunia yang ikut dalam pawai di Paris, bergandengan tangan, mengumandangkan toleransi, kebebasan, persamaan, dan bahkan kemanusiaan. Ini benar-benar sebuah episode kemanufikan yang sangat telanjang.

Mereka tidak pernah toleran terhadap Muslim. Mereka tidak pernah memberi kebebasan terhadap Muslim. Mereka tidak pernah memberi persamaan terhadap Muslim. Mereka tidak memiliki sedikitpun rasa kemanusiaan terhadap Muslim. Barat kumpulan manusia yang tidak pernah toleran, memberi kebebasan, memberi persamaan, dan tidak memiliki rasa kemanusiaan  terhadap Muslim.
Mestinya setiap warga Muslim yang sudah lahir di Eropa mendapatkan hak-hak dasar mereka. Apapun bentuknya. Di  Eropa berlaku berbagai sikap dan kebijakan diskriminatif terhadap Muslim. Sampai terhadap hal-hal  yang sangat mendasar, yaitu terkait dengan masalah keyakinan agama.
Muslimah di Eropa tidak dapat bebas melaksanakan hak-hak  dasarnya, khususnya terhadap agamanya (al-Islam). Hampir semua negara Eropa,  tidak membolehkan Muslimah menggunakan ‘niqab’ (cadar). Karena dianggap bertentangan dengan budaya mereka yagn sekuler.
Bukan hanya soal ‘niqab’, sampai menyangkut soal pekerjaan. Tetap saja Muslim yang  sudah lahir di daratan Eropa, mereka mendapatkan perlakuan yang diskriminatif.
Eropa yang budayanya sudah menua dan uzur itu, sekarang ini mereka takut dengan Muslim yang tumbuh pesat didaratan Eropa. Padahal, kehancuran masyarakat Eropa, bukan karena serangan ‘teroris’, tapi kehancuran mereka karena factor budaya mereka sendiri.
Budaya materliasme  yang sangat mengagungkan benda telah menyeret kehidupan mereka kepada atheisme. Eropa tanpa ‘Tuhan’. Agama Kristen sudah tidak lagi bisa memuaskan dahaga rohani  mereka. Perlahan-lahan Eropa berubah menuju destruksi yang bersifat massal.

Mereka membuat mesin pembunuh sendiri, dan diratifikasi oleh parlemen mereka sendiri.
Parlemen negara-Parlemen Uni Eropa,  diantaranya negara-negara besar,  seperti Perancis, Inggris, Jerman, Belanda, Itali dan sejumlah negara lainnya, meratifikasi undangn-undang yang membolehkan perkawinan antar jenis. Inilah malapetaka bagi masa depan Uni  Eropa. Bukan  teroris Muslim.
Karena dampaknya dengan keputusan setiap negara Uni Eropa meratifikasi undang-undang perkawinan antar jenis itu, secara perlahan-lahan  masyarakat Eropa akan punah secara alamiah. Sekarang sudah berdampak dengan stagnasi ekonomi Eropa, akibat populasi ‘manula’ jumlahnya sudah mencapai 65 persen. Orang Eropa yang berumur jumlahnya sudah mayoritas.
Maka tak perlu mereka membuat aksi solidaritas terhadap peristiwa serangan terhadap Charlie Hebdo. Karena secara alamiah masyarakat Eropa pasti akan punah dengan budaya materliasme yang mereka anut. Kebebasan yang mereka yakini sebagai ‘agama’ telah menjadi mesin pembunuh bagi kehidupan mereka.

Betapa mereka yang sudah hidup dengan dogma materialism itu, tak  pernah tersentuh dengan kondisi yang dialami Muslim dunia Islam.
Di mana setiap hari Muslim mengerang menuju kematian akibat mesin pembunuh yang mereka ciptakan. Sekarang mereka gunakan membunuh di Suriah, Irak, Palestina, Afghanistan, Somalia, dan berbagai negara Muslim di dunia.
Maka, seorang ulama Turki dengan sangat jelas, memberikan pernyataan, bahwa dunia diam tentang pembunuhan jutaan Muslim di berbagai negara, ujar  Mehmet Gormez, ulama Istambul, Selasa, 14/1/2015.

Budaya materliasme yang sudah menghunjam di setiap bathin  penduduk Eropa, tidak pernah bisa merasakan penderitaan dan kenistapaan Muslim yang sekarang menjadi korban kejahatan mereka. Sungguh sangat luar biasa.
"Di satu sisi, sekitar 12 juta Muslim telah dibantai secara kejam di dunia Islam dalam 10 tahun terakhir, dan di sisi lain, 12 orang dibunuh  di Paris pekan lalu," kata Gormez.
Tapi, 12 orang wartawan dan kartunis Charlie Hebdo telah menggerakkan masyarakat Eropa. Tapi, jutaan Muslim dibantai secara kejam oleh pasukan Sekutu yang dipimpin AS dan Eropa, tapi semua diam.

“Kami melihat para pemimpin dunia   yang tidak berbicara tentang pembunuhan jutaan Muslim, saat mereka melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan hanya 12 orang”, tambahnya.
"Kematian manusia adalah kematian manusia," kata Gormez. "Tidak ada perbedaan dalam pembunuhan, baik di Damaskus, Baghdad atau Paris”, tegas Gomez.
Jika dunia tidak bereaksi terhadap semua pembunuhan dan pembantaian dengan cara yang sama, tanpa memandang agama atau negara, maka seluruh umat manusia akan hancur, tutup Gormez. Sungguh dunia akan hancur bersamaan materiliasme dan kebebasan yang tanpa arah. Wallahu’alam.

Wednesday, 13 November 2013

Arti Kebersamaan Dalam Organisasi

Kata "Kebersamaan" terasa begitu familiar di telinga kita, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas atau organisasi. Tapi terkadang individu didalam kelompok tersebut tidak tahu atau bahkan melalaikan arti makna dari kebersamaan. Mengapa rasa kebersamaan begitu penting dalam sebuah organisasi, ikatan, group atau komunitas? Kata "Kebersamaan" memiliki makna sebuah ikatan yang terbentuk karena rasa kekeluargaan/persaudaraan, lebih dari sekedar bekerja sama atau hubungan profesional biasa. 
Kebersamaan memiliki 4 unsur yang harus diciptakan dan dijaga oleh setiap individu yang tergabung didalamnya:

1. Sehati & Sepikir (Satu Visi)

Dalam sebuah organisasi akan terdapat banyak orang yang memiliki pendapat berbeda. Satu kepala satu ide, seribu kepala seribu ide. Namun jika ingin membuat kelompok kita kuat dan solid, maka selayaknya kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan pribadi. Tinggalkan perbedaan dan galang persamaan, akan mengantar organisasi kita dapat berjalan dg lancar.

2. Tidak Egois

Sudah bukan rahasia lagi jika manusia itu adalah "makhluk egois". Apapun yang tidak memiliki nilai tambah buat dirinya, kebanyakan tidak akan ada partisipasi yang dikeluarkan, bahkan dianggap tidak penting. Jika sifat ini ada dalam sebuah organisasi, bisa dipastikan organisasi tersebut hanya punya program tapi tidak ada kegiatan. Tidak ada yang mempelopori, karena semua menganggap apa yang mereka lakukan tidak ada imbal baliknya. Jika ingin memiliki organisasi yang solid, maka kita mulai utk belajar menurunkan Ego demi kepentingan bersama.

3. Kerendahan Hati

Organisasi akan memiliki anggota yang hegemoni (campuran). Terkadang ada sebagian anggota yang terlibat tidak memiliki keahlian dan pengalaman khusus, modal mereka hanya sekedar kerelaan demi memberikan sumbangsih. Maka selayaknya anggota yang memiliki usia lebih tua, pengalaman lebih matang, keahlian lebih tinggi, kondisi finansial lebih beruntung, untuk menekan rasa sombong dalam diri dan rela bekerja sama (sambil menuntun) dg anggota lainnya. Kerendahan hati akan menghindarkan kita dari rasa benci, iri hati dan timbulnya kelompok yang terkotak-kotak.

4. Kerelaan Berkorban.

Setiap individu dalam sebuah organisasi, akan memiliki sumbangsih yang bisa berbeda-beda. Ada yang menyumbangkan dana, pikiran, fasilitas, tenaga atau waktu. yang punya finansial lebih menyumbangkan dana utk transportasi dan konsumsi, sementara yang memiliki waktu menyumbangkan tenaga dan waktunya utk melaksanakan tugas. Perbedaan sumbangsih jangan sampai membuat gesekan negatif yang bisa berdampak pada perpecahan. Jika ingin bekerja bersama-sama, maka siapkan kerelaan untuk mau berkorban dan jangan pernah itung-itungan.

Jika setiap individu dalam sebuah organisasi memahami dan terus belajar untuk memenuhi 4 unsur diatas, maka lambat laun organisasi yang dikembangkan akan menjadi semakin kuat dan solid di kemudian hari. Kesadaran diri untuk menjadi insan yang lebih baik dan terus bertumbuh, akan sangat membantu proses perubahan diri.

Kitab Suci Al Quran Al Karim, Mukjizat Rosululloh Muhammad SAW

Al Quran adalah firman Alloh yang tiada tandingannya, mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rosul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas.

Al Quran Al-Karim, Itulah Kitab Alloh yang natiq (berbicara), Al Quran yang benar, cahaya yang terang benderang, dan pelita yang berkilauan. Petunjuk-petunjuknya jelas. Rahasia-rahasianya tidak rumit dan ayat-ayat lahiriahnya mudah dipahami. Pengikut-pengikutnya dicemburui orang lain. Dia mengajak kepada keridhoan pada pengikutnya, membawa pada keselamatan.


Kemudian Alloh SWT menurunkan kepada Beliau (Muhammad SAW) Kitab (Al Quran Al-Karim - Yang Dimuliakan) sebagai cahaya yang sinarnya tidak pernah padam. Pelita yang nyalanya tidak pernah redup. Lautan yang kedalamannya tidak dapat dicapai. Jalan yang arahnya tidak pernah menyesatkan. Sinar yang cahayanya tidak pernah menjadi gelap. Pemisah (antara yang hak dan batil) yang hujahnya tidak pernah melemah. Penjelas yang fondasi-fondasinya tidak dapat diruntuhkan. Penyembuh yang penyakit-penyakitnya tidak dikhawatirkan akan kembali lagi. Kemuliaan yang pembela-pembelanya tidak akan terkalahkan. Dan kebenaran yang pengikut-pengikutnya tidak akan pernah ditelantarkan.

Dan hendaklah berpegang teguh pada Kitabulloh karena sesungguhnya ia adalah tali yang kuat, cahaya yang terang, penyembuh yang bermanfaat, air yang dingin lagi segar, perlindungan bagi yang berpegang teguh padanya, dan keselamatan bagi yang berpegang erat padanya.

Ketahuilah bahwasannya Al Quran adalah pemberi nasihat yang tulus yang tidak pernah menipu, pemberi petunjuk yang tidak akan menyesatkan, dan pembicara yang tidak berbohong.

Ketahuilah, tidak ada kebutuhan bagi siapapun setelah (mendapat bimbingan) Al Quran, dan tidak ada kecukupan bagi siapapun sebelum (mendapatkan petunjuk dari) Al Quran. 

Jadikanlah ia sebagai obat yang menyembuhkan segala penyakit yang diderita karena di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi penyakit yang paling besar, yaitu kekufuran dan kemunafikan, dosa dan kesesatan.

Ketahuilah, tiada suatu ketaatan kepada Alloh melainkan ia datang bersama keengganan hati. Dan tiada suatu kemaksiatan melainkan ia datang bersama kegemaran nafsu. Oleh sebab itu, dirahmatilah oleh Alloh seseorang yang menahan hatinya dari dorongan nafsu. Sebab nafsu seseorang amat kuat tarikannya dan terus-menerus menarik ke arah kemaksiatan yang disukainya.

Oleh karena itu, mohonlah kepada Alloh dengan Al Quran. Mendekatlah kepada Alloh dengan mencintai Al Quran. Janganlah meminta sesuatu kepada hamba-hamba Alloh dengan menjadikan Al Quran sebagai alat.

Sesungguhnya tidak ada yang lebih baik daripada Al Quran yang dibawa oleh seseorang dalam menghadapkan diri kepada Alloh SWT. Ketahuilah, sesungguhnya Al Quran adalah pemberi syafaat yang diterima syafaatnya. Ia adalah pembicara yang dipercayai perkataannya. Barangsiapa yang diberi syafaat oleh Al Quran pada Hari Kiamat, niscaya akan diterima syafaatnya. Dan barangsiapa yang segala keburukannya dibongkar oleh Al Quran pada hari Kiamat, niscaya akan ditetapkan kesaksian Al Quran itu diatasnya.

Siapa saja yang duduk membaca Al Quran ini, niscaya dia akan berdiri darinya dengan tambahan atau kekurangan, yaitu bertambah dalam mendapatkan petunjuk, atau berkurang dalam kesesatan.

Barangsiapa yang membaca Al Quran, lalu dia mati dan masuk neraka, maka dia termasuk orang yang menjadikan ayat-ayat Alloh sebagai permainan (olok-olok).

Perhatikanlah Alloh, yaitu dalam hal perintah-Nya untuk menjaga Kitab-Nya, dan Dia telah menitipkan untuk menjaga hak-hak-Nya. Sesungguhnya Alloh Yang Maha Suci telah menurunkan Kitab petunjuk yang didalamnya menerangkan kabaikan dan keburukan. Maka, ambilah jalan kebaikan, niscaya akan dapat memperoleh petunjuk, dan berpalinglah dari jalan keburukan, niscaya akan berada di jalan yang lurus.

Perumpamaan seorang Mukmin yang membaca Al Quran seperti buah jeruk (utruj), ia wangi baunya dan enak rasanya . Perumpamaan seorang Mukmin yang tidak membaca Al Quran seperti kemangi, ia wangi baunya, namun pahit rasanya. Dan perumpamaan seorang yang berbuat maksiat yang tidak membaca Al Quran seperti peria, ia pahit rasanya dan tidak ada baunya.

Rosululloh SAW telah bersabda: "Takkan lurus iman seseorang sampai hatinya menjadi lurus, dan takkan lurus hatinya sampai lidahnya menjadi lurus".

ISLAM menurut Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib


Pemandangan Yang Indah

Dari Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib k.w. "Aku akan memberikan (kepada kalian) Definisi Islam dengan definisi yang belum pernah diberikan oleh seorang pun sebelumku. Yaitu, Islam adalah Penyerahan, Penyerahan adalah Keyakinan, Keyakinan adalah Pembenaran, Pembenaran adalah Pengakuan, Pengakuan adalah Pelaksanaan, dan Pelaksanaan adalah Amal."

Tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi daripada Islam. Sesungguhnya Islam adalah agama Alloh yang dipilih-Nya untuk diri-Nya, dikembangkannya di bawah pengawasan-Nya, dimurnikannya untuk sebaik-baik makhluk-Nya, dan ditegakkan tiang-tiangnya diatas cinta-Nya. Dia telah menundukkan agam-agama lain dengan keperkasaan-Nya. Merendahkan semua umat dengan keluhuran-Nya. Menghinakan musuh-musuh-Nya dengan kemuliaan-Nya. Menelantarkan lawan-lawan-Nya dengan pertolongan-Nya. Dan Dia merobohkan pilar-pilar kesesatan dengan kekuatan-Nya.

Konsep Islam yang fundamental ialah Tauhid, yaitu Keyakinan tentang Keesaan Alloh. Yang pertama dari Lima Rukun Islam, Tauhid dituangkan dalam syahadat (pengakuan), yaitu bersaksi:

Kalimah Syahadat
"Tiada Tuhan kecuali Alloh dan Muhammad utusan Alloh"

Penegasan tentang kemurnian keesaan Alloh SWT dan menolak segala macam kemusyrikan ini dituangkan dengan jelas dan sederhana di dalam al Qur-an.

Lihat Keutamaan Surah Al-Ikhlas >>

Katakanlah: "Dia-lah Alloh Yang Maha Esa,
Alloh, Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu,
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
dan tidak ada satupun yang setara dengan Dia."
(Al-Ikhlas 112:1-4)

Nama "Alloh" tidak memiliki bentuk jamak dan tidak diasosiasikan dengan jenis tertentu. Sebagaimana disampaikan dalam al Qur-an Surah Asy-Syuuro:

"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat".
(Asy-Syuuro' 42:11)

Dari Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib k.w. ; Agama adalah tanda kemuliaan dan selamanya kemuliaan dimuliakan dengan agama. Maka, barangsiapa yang mengikuti selain agama Islam niscaya akan pastilah kemalangannya, akan terputus buhul talinya, dan akan besar ketergelincirannya. Pokok agama adalah lurusnya keyakinan. Agama bukanlah dengan pendapat, tetapi dengan mengikuti.

Sesungguhnya Dia-lah Alloh Yang Lebih Mengetahui.

Menjaga Lidah, Lisan atau Perkataan


Hadits-hadits, Menjaga Lidah, Lisan, Perkataan
Segala puji bagi Alloh yang telah menciptakan lidah. Dengan lidah kita dapat berkomunikasi dan menentukan rasa. Dengan lidah ini juga kita bisa membuat lawan bicara kita menjadi tergerak kepada kebaikan ataupun keburukan, membuat lawan bicara tersenyum bahagia ataupun menangis menahan perih.

Berikut hadits-hadits berkenaan dengan lidah atau lisan atau perkataan, semoga bisa menjadikan pembelajaran atau tadzkiroh atau renungan bagi kita semua. Jazakumulloh khairon katsiron.

Hadits-hadits tentang Lidah, Lisan atau Perkataan

Dari Abu Hurairah ra., Rosululloh Muhammad saw. bersabda:
"Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau - kalau tidak dapat berkata yang baik, hendaklah ia berdiam diri saja." (Muttafaq 'alaih)

Dari Sahl bin Sa'ad ra., Rosululloh Muhammad saw  bersabda:
"Barangsiapa yang dapat memberikan jaminan kepadaku tentang kebaikannya apa yang ada di antara kedua tulang rahangnya - yakni mulut atau lidah - serta antara kedua kakinya - yakni kemaluannya, maka saya memberikan jaminan syurga untuknya." (Muttafaq 'alaih)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya ia mendengar Rosululloh Muhammad saw  bersabda:
"Sesungguhnya seseorang hamba itu niscayalah berbicara dengan suatu perkataan yang tidak ia fikirkan - baik atau buruknya -, maka dengan sebab perkataannya itu ia dapat tergelincir ke neraka yang jaraknya lebih jauh daripada jarak antara sudut timur dan sudut barat." (Muttafaq 'alaih)

Dari Abu Abdur Rahman yaitu Bilal bin al-Harits al-Muzani ra. bahwasannya Rosululloh Muhammad saw bersabda:
"Sesungguhnya seseorang itu niscayalah berkata dengan suatu perkataan dari apa-apa yang diridhoi oleh Alloh Ta'ala, ia tidak mengira bahwa perkataan itu akan mencapai suatu tingkat yang dapat dicapainya, lalu Alloh mencatat untuknya bahwa ia akan memperoleh keridhoan-Nya sampai pada hari ia menemui-Nya -yakni hari kematiannya atau pada hari kiamat nanti. Dan sesungguhnya seseorang itu niscayalah berkata dengan suatu perkataan dari apa-apa yang menjadikan kemurkaan Alloh, ia tidak mengira bahwa perkataan itu akan mencapai suatu tingkat yang dapat dicapainya, lalu Alloh mencatatkan untuknya bahwa ia akan memperoleh kemurkaan-Nya sampai pada hari ia menemui-Nya."
(Diriwayatkan oleh Malik dalam kitab Al-Muwaththa' dan juga oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadits hasan shohih)

Dari Ibnu Umar ra., katanya: "Rosululloh Muhammad saw. bersabda:
"Janganlah engkau semua memperbanyak kata, selain untuk berzikir kepada Alloh Ta'ala, sebab sesungguhnya banyaknya pembicaraan kerasnya hati dan sesungguhnya sejauh - jauh manusia dari Alloh ialah yang berhati keras," - yakni enggan menerima petunjuk baik. (Hadits Riwayat Tirmidzi)

Dari Anas ra., katanya: "Rosululloh Muhammad saw. bersabda:
"Ketika saya dimi'rajkan, saya berjalan melalui suatu kaum yang mempunyai kuku-kuku dari tembaga yang dengan kuku-kuku tadi mereka menggaruk-garukkan muka serta dada-dada mereka sendiri. Saya bertanya: "Siapakah mereka itu, hai Jibril?" Jibril menjawab: "Itulah orang-orang yang makan daging sesama manusia -yakni mengumpat - dan menjatuhkan kehormatan mereka." (Hadits Riwayat Abu Dawud)

Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rosululloh Muhammad saw  bersabda:
"Setiap Muslim atas sesama Muslim itu haramlah darahnya, kehormatannya serta hartanya - yakni haram dilanggar." (Hadits Riwayat Muslim)

Hadits Yang Penting tentang Menjaga Lidah, Lisan atau Perkataan

Mu'adz bin Jabal radhiyallohu 'anhu berkata : Saya pernah bersama Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan. Pada suatu pagi ketika kami sedang berjalan, aku berada didekat beliau, maka aku berkata :"Wahai Rosululloh kabarkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam Surga dan menjauhkan aku dari Neraka".

Maka beliau bersabda : "Sungguh engkau telah bertanya kepadaku tentang perkara yang begitu besar akan tetapi akan terasa mudah bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Alloh, engkau beribadah kepada Alloh dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, engkau mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa dibulan Rmadhan dan melaksanakan ibadah haji." (Rukun Islam)

Kemudian beliau Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi Wasalam bersabda : "Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan ?"

Saya katakan : "Tentu wahai Rosululloh".

"Berpuasa adalah perisai, sedekah dapat memadamkan dosa-dosa sebagaimana air dapat memadamkan api, demikian juga  sholat seseorang ditengah malam, kemudian beliau membacakan ayat, '...lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka...' hingga '...apa yang telah mereka kerjakan' (QS. As-Sajdah ; 17)

Kemudian beliau bersabda : "Maukah aku tunjukkan urusan yang terpenting, tiang-tiang penyangganya, dan puncak tertingginya ?"

Saya katakan : "Tentu wahai Rosululloh".

Maka beliau bersabda : "Urusan terpenting adalah Islam, tiang penopangnya adalah sholat sedangkan puncak tertingginya (atapnya) adalah jihad".

Kemudian lanjutnya : "Maukah aku kabarkan kepadamu tentang kunci semua itu ?"

Saya menjawab : "Tentu wahai Rosululloh".

Maka beliau memegang lidahnya, lalu bersabda : "Jagalah olehmu ini!"

Aku bertanya : "Wahai Nabi Alloh, apakah kami akan disiksa dengan sebab perkataan yang kami ucapkan?"

Beliau menjawab : "Ibumu kehilangan kamu ya Mu'adz, bukankah orang-orang itu tersungkur di Neraka diatas wajah-wajah mereka atau diatas hidung-hidung mereka, tidak lain disebabkan oleh ulah lisan-lisan mereka ?"

(Hadits Riwayat Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah, Hadits Hasan Shohih dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa')

Invitation : Reorganisasi Kepengurusan IPPG Gunung Cilik 2013

Assalamualaikum wr. wb.
Pengumuman diberitahukan kepada seluruh pemuda pemudi kelurahan Gunung Cilik, untuk menghandiri acara sebagai berikut :
         Hal              : Reorganisasi kepengurusan IPPG
         Tempat        : Masjid Babul Jannah
         Tanggal        : 13 November 2013
          Jam             : 19.00 WIB
diharapkan kedatangannya untuk seluruh pemuda pemudi Gunung Cilik dari ujung utara samapi selatan (RT-01 sampai RT-07). Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum wr. wb.

NB: jangan sampai telat yaa :D


Sunday, 3 November 2013

Mengenal Alloh SWT - Ma'rifatulloh


Kalimat Tauhid, Laa ilaha illalloh, Muhammad Rosululloh

Ma'rifat / Makrifat berasal dari kata "Al-Ma'rifah" yang berarti mengetahui, dengan kata lain mengenal, dengan kata lain pengenalan.

Dari 'Ali bin Abi Tholib k.w. (karomallohu wajhah)

Maukah aku tunjukan kepada kalian buah Surga? Ia adalah (kalimat) "Laa ilaha illalloh" (tiada tuhan kecuali Alloh), dengan syarat ikhlas.

Pokok Agama adalah makrifat tentang آلله. Kesempurnaan makrifat tentang-Nya adalah dengan tashdiq (membenarkan) terhadap-Nya. Kesempurnaan tashdiq terhadap-Nya adalah dengan Tauhid kepada-Nya. Dan kesempurnaan Tauhid kepada-Nya adalah dengan ikhlas kepada-Nya.

Barangsiapa yang melekatkan suatu sifat kepada-Nya, berarti dia telah menyertakan sesuatu kepada-Nya. Dan barangsiapa yang menyertakan sesuatu dengan-Nya, maka dia telah menduakan-Nya. Barangsiapa menduakan-Nya, maka dia telah memilah-milahkan (Zat)-Nya. Barangsiapa yang memilah-milahkan-Nya, maka sesungguhnya dia tidak mengenal-Nya. Barangsiapa yang tidak mengenal-Nya, maka dia akan melakukan penunjukan kepada-Nya. Barangsiapa yang melakukan penunjukan kepada-Nya, maka dia telah membuat batasan tentang-Nya. Dan barangsiapa yang membuat batasan tentang-Nya, sesungguhnya dia telah menganggap-Nya berbilang.

Lihat Keutamaan Surat Al-Ikhlas >>

Dia tidak beranak, maka tiadalah Dia dilahirkan, dan tiada pula Dia diperanakkan, maka tiadalah Dia menjadi terbatas. Sungguh, Maha Agung Dia untuk mempunyai anak dan Maha Suci bagi-Nya untuk menyentuh wanita. Maha Suci Dia yang tidak tersentuh oleh sesuatu pun.

Dia tidak diperanakkan, Maha Suci Dia, maka tiada sekutu bagi-Nya dalam keagungan; tidak pula Dia beranak, maka tiadalah Dia diwarisi. Segala puji bagi Alloh Yang "ada" sebelum adanya Kursi atau 'Arsy, langit atau bumi, jin atau manusia.

Maha Suci Alloh yang tidak dapat dicapai oleh angan-angan yang jauh, dan tidak dapat pula diraih oleh dugaan orang yang paling tajam pikirannya.

Dia tidak dapat dicapai dengan khayalan, tidak dapat diduga dengan pemahaman, tidak dapat dicapai dengan indera, dan tidak dapat pula dibandingkan dengan manusia. Dia Satu tidak dengan bilangan, Kekal tidak dengan masa, dan Berdiri tidak dengan penyangga.

Segala puji bagi Alloh Yang keadaan-Nya yang satu tidak mendahului keadaan-Nya yang lain (Asmaul-husna). Maka, tiadalah Dia menjadi Yang Awal sebelum Dia menjadi Yang Akhir, atau Yang Zhahir sebelum Dia menjadi Yang Batin. Segala sesuatu yang dinamakan wahdah (satu) selain Dia adalah sedikit. Semua yang mulia selain Dia adalah hina. Dan semua yang kuat selain Dia adalah lemah.

Alloh Yang sifat-Nya tidak terbatasi oleh batasan tertentu, tidak tergambarkan oleh ungkapan kata, tidak terikat oleh waktu, dan tidak ada waktu yang menyudahi-Nya.

Dia-lah Alloh Yang Benar lagi Yang Menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya), Yang Lebih Benar dan Lebih Jelas daripada yang dilihat oleh mata. Dia tidak dapat dicapai oleh akal dengan pembatasan, maka tiadalah Dia dapat disamakan (dengan sesuatu).

Dia tidak dapat diserupakan. Tidak ada dalam Keawalan-Nya permulaan, dan tidak ada dalam keazalian-Nya kesudahan (kesirnaan). Dia-lah Yang Awal dan senantiasa Awal (tidak berubah keadaan-Nya), dan Dia Maha Kekal tanpa ada batas waktu. Dahi-dahi bersujud kepada-Nya dan bibir-bibir pun mentauhidkan-Nya. Dia membatasi segala sesuatu saat penciptaannya, yang menjadi penjelas bagi kesamaannya.

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, tetapi hati yang penuh dengan hakikat keimanan sajalah yang dapat mencapai-Nya. Dia Dekat dari segala hal tanpa sentuhan. Jauh tanpa ada jarak. Berpikir tanpa perlu berpikir sebelumnya. Berkehendak tanpa keinginan. Berbuat tanpa memerlukan tangan. Maha Melihat namun tidak bersifat inderawi. Maha Penyayang namun tidak bersifat lunak.

Dia-lah Alloh tidak pernah dilalui oleh masa, maka keadaan-Nya tidak pernah berbeda. Tidak pula Dia berada dalam suatu tempat yang mengharuskan-Nya berpindah tempat. - Maha Besar Alloh yang tiada sesuatupun yang lebih besar daripada-Nya -.

Dia Maha Mengetahui (segala) rahasia yang ada di dalam hati yang tersembunyi, bisikan orang yang berbisik-bisik, dan kecenderungan seseorang dalam hatinya.

Aku bersaksi bahwa langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya adalah tanda-tanda yang menunjukan kepada-Mu. Semua bukti itu bersaksi atas apa yang telah Engkau serukan kepadanya. Segala hal yang menunjukan tentang diri-Mu adalah hujah dan dia bersaksi kepada-Mu atas sifat ketuhanan-Mu.

Dan Aku bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan kecuali Alloh Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dia Maha Awal Yang tidak ada sesuatu sebelum-Nya. Dia Maha Akhir Yang tidak ada batas akhir bagi-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya yang membantu-Nya dalam menciptakan perkara-perkara yang menakjubkan. Semua Penciptaan-Nya terjadi dengan perintah-Nya dan tunduk pada ketaatan-Nya serta menyambut seruan-Nya.

Niat dan Mengenal Kemampuan Diri

Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w.
Burung Lucu
Sesungguhnya Alloh SWT memasukkan ke dalam Surga disebabkan ketulusan niat dan hati yang saleh (baik), siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.

Barangsiapa yang tidak memujimu atas niat yang baik, maka dia tidak berterimakasih kepadamu atas pemberian yang baik.

Barangsiapa membaikkan niatnya, maka Alloh SWT akan menjadikan baik lahiriahnya.

Jika perkataan keluar dari hati, maka ia akan berpengaruh terhadap hati, dan jika ia keluar dari lidah, maka ia tidak akan mencapai telinga.

Janganlah engkau merendahkan seseorang karena kejelekan rupanya dan pakaiannya yang usang, karena sesungguhnya Alloh Ta'ala hanya memandang apa yang ada dalam hati dan membalas segala perbuatan.

Tidak ada agama bagi yang tidak memiliki niat.

Mengenal Kemampuan Diri

Barangsiapa yang telah mengetahui dirinya, maka dia telah mengetahui Tuhan-nya.

Semoga Alloh merahmati seseorang yang mengetahui batas kemampuan dirinya dan dia tidak melampaui batasnya itu.

Tidaklah akan binasa seseorang yang mengetahui batas kemampuannya.

Jika engkau mengangkat seseorang melebihi kemampuannya, maka bisa jadi dia akan menurunkan kedudukannya darimu seukuran dengan yang engkau angkat darinya.

Rosululloh Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya setiap amal tergantung dari niatnya, dan seseorang itu akan mendapatkan sesuai dengan yang dia niatkan."

Kisah Lelaki Ahli Surga


Anas bin Malik r.a. mengisahkan; "kami sedang duduk-duduk bersama Rosululloh saw. Beliau bersabda, "Akan berlalu saat ini seorang Ahli Surga".

Saat itu juga seorang sahabat dari Anshor muncul sambil menyela-nyela jenggotnya. Tangan kirinya menenteng sendal.

Keesokan harinya, Rosululloh saw kembali mengatakan hal yang sama dan muncul sahabat Anshor itu.

Di hari ketiga Rosululloh saw berkata sama seperti yang Beliau ucapkan sebelumnya. Dan masih sahabat itu yang datang.

Ketika Rosululloh saw beranjak pergi, sahabat Abdulloh ibn Umar membuntuti orang itu.
Ia berkata padanya, "Aku berselisih dengan ayahku. Aku bersumpah tak akan tinggal bersamanya selama tiga hari. Jika kau izinkan, boleh aku tinggal bersamamu selama itu?"

Sahabat Anshor itu menjawab, "Baiklah".

Abdulloh Ibn Umar bercerita bahwa ia tinggal bersama sahabat itu selama tiga hari. Tapi ia tak melihatnya bangun tengah malam beribadah, kecuali ketika bangun ia selalu berdoa dan bertakbir hingga menjelang sholat Shubuh.

Abdulloh Ibn Umar mengisahkan, "aku hanya mendengar ia selalu mengucapkan kebaikan. Selama tiga malam itu, hampir saja aku remehkan semua yang ia lakukan. Akhirnya kuputuskan untuk bertanya padanya, "Wahai hamba آلله , sebenarnya tak pernah terjadi perselisihan antara aku dan ayahku, tapi aku mendengar Rosululloh saw berkata sebanyak tiga kali 'saat ini akan berlalu seorang Ahli Surga'.

Aku perhatikan ternyata kamulah orangnya. Aku lantas bermaksud tinggal bersamamu untuk mengetahui lebih dekat semua yang kamu lakukan. Tapi sampai saat ini aku tak melihat kamu melakukan sesuatu yang besar dan berharga. Aku bertanya-tanya apa sebenarnya yang menyebabkan Rosululloh saw mengatakan demikian.

Sahabat Anshor itu menjawab, "Diriku hanyalah seperti yang kamu lihat".

Mendengar jawabannya, aku lalu beranjak meninggalkannya. Tapi selang beberapa langkah ia memanggilku.

Ia berkata "Diriku hanyalah seperti yang kamu lihat, tapi memang tak pernah terbetik dalam hatiku perasaan dengki pada orang-orang Muslim yang lain, atau iri terhadap semua yang آلله anugerahkan pada mereka".

Abdulloh Ibn Umar menimpali, "Ini dia yang menyebabkan kamu menjadi Ahli Surga".

(Hadits Riwayat Ahmad dengan sanad menurut Bukhori, Muslim dan An-Nasa'i)