Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Sunday, 3 November 2013

Mengenal Alloh SWT - Ma'rifatulloh


Kalimat Tauhid, Laa ilaha illalloh, Muhammad Rosululloh

Ma'rifat / Makrifat berasal dari kata "Al-Ma'rifah" yang berarti mengetahui, dengan kata lain mengenal, dengan kata lain pengenalan.

Dari 'Ali bin Abi Tholib k.w. (karomallohu wajhah)

Maukah aku tunjukan kepada kalian buah Surga? Ia adalah (kalimat) "Laa ilaha illalloh" (tiada tuhan kecuali Alloh), dengan syarat ikhlas.

Pokok Agama adalah makrifat tentang آلله. Kesempurnaan makrifat tentang-Nya adalah dengan tashdiq (membenarkan) terhadap-Nya. Kesempurnaan tashdiq terhadap-Nya adalah dengan Tauhid kepada-Nya. Dan kesempurnaan Tauhid kepada-Nya adalah dengan ikhlas kepada-Nya.

Barangsiapa yang melekatkan suatu sifat kepada-Nya, berarti dia telah menyertakan sesuatu kepada-Nya. Dan barangsiapa yang menyertakan sesuatu dengan-Nya, maka dia telah menduakan-Nya. Barangsiapa menduakan-Nya, maka dia telah memilah-milahkan (Zat)-Nya. Barangsiapa yang memilah-milahkan-Nya, maka sesungguhnya dia tidak mengenal-Nya. Barangsiapa yang tidak mengenal-Nya, maka dia akan melakukan penunjukan kepada-Nya. Barangsiapa yang melakukan penunjukan kepada-Nya, maka dia telah membuat batasan tentang-Nya. Dan barangsiapa yang membuat batasan tentang-Nya, sesungguhnya dia telah menganggap-Nya berbilang.

Lihat Keutamaan Surat Al-Ikhlas >>

Dia tidak beranak, maka tiadalah Dia dilahirkan, dan tiada pula Dia diperanakkan, maka tiadalah Dia menjadi terbatas. Sungguh, Maha Agung Dia untuk mempunyai anak dan Maha Suci bagi-Nya untuk menyentuh wanita. Maha Suci Dia yang tidak tersentuh oleh sesuatu pun.

Dia tidak diperanakkan, Maha Suci Dia, maka tiada sekutu bagi-Nya dalam keagungan; tidak pula Dia beranak, maka tiadalah Dia diwarisi. Segala puji bagi Alloh Yang "ada" sebelum adanya Kursi atau 'Arsy, langit atau bumi, jin atau manusia.

Maha Suci Alloh yang tidak dapat dicapai oleh angan-angan yang jauh, dan tidak dapat pula diraih oleh dugaan orang yang paling tajam pikirannya.

Dia tidak dapat dicapai dengan khayalan, tidak dapat diduga dengan pemahaman, tidak dapat dicapai dengan indera, dan tidak dapat pula dibandingkan dengan manusia. Dia Satu tidak dengan bilangan, Kekal tidak dengan masa, dan Berdiri tidak dengan penyangga.

Segala puji bagi Alloh Yang keadaan-Nya yang satu tidak mendahului keadaan-Nya yang lain (Asmaul-husna). Maka, tiadalah Dia menjadi Yang Awal sebelum Dia menjadi Yang Akhir, atau Yang Zhahir sebelum Dia menjadi Yang Batin. Segala sesuatu yang dinamakan wahdah (satu) selain Dia adalah sedikit. Semua yang mulia selain Dia adalah hina. Dan semua yang kuat selain Dia adalah lemah.

Alloh Yang sifat-Nya tidak terbatasi oleh batasan tertentu, tidak tergambarkan oleh ungkapan kata, tidak terikat oleh waktu, dan tidak ada waktu yang menyudahi-Nya.

Dia-lah Alloh Yang Benar lagi Yang Menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya), Yang Lebih Benar dan Lebih Jelas daripada yang dilihat oleh mata. Dia tidak dapat dicapai oleh akal dengan pembatasan, maka tiadalah Dia dapat disamakan (dengan sesuatu).

Dia tidak dapat diserupakan. Tidak ada dalam Keawalan-Nya permulaan, dan tidak ada dalam keazalian-Nya kesudahan (kesirnaan). Dia-lah Yang Awal dan senantiasa Awal (tidak berubah keadaan-Nya), dan Dia Maha Kekal tanpa ada batas waktu. Dahi-dahi bersujud kepada-Nya dan bibir-bibir pun mentauhidkan-Nya. Dia membatasi segala sesuatu saat penciptaannya, yang menjadi penjelas bagi kesamaannya.

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, tetapi hati yang penuh dengan hakikat keimanan sajalah yang dapat mencapai-Nya. Dia Dekat dari segala hal tanpa sentuhan. Jauh tanpa ada jarak. Berpikir tanpa perlu berpikir sebelumnya. Berkehendak tanpa keinginan. Berbuat tanpa memerlukan tangan. Maha Melihat namun tidak bersifat inderawi. Maha Penyayang namun tidak bersifat lunak.

Dia-lah Alloh tidak pernah dilalui oleh masa, maka keadaan-Nya tidak pernah berbeda. Tidak pula Dia berada dalam suatu tempat yang mengharuskan-Nya berpindah tempat. - Maha Besar Alloh yang tiada sesuatupun yang lebih besar daripada-Nya -.

Dia Maha Mengetahui (segala) rahasia yang ada di dalam hati yang tersembunyi, bisikan orang yang berbisik-bisik, dan kecenderungan seseorang dalam hatinya.

Aku bersaksi bahwa langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya adalah tanda-tanda yang menunjukan kepada-Mu. Semua bukti itu bersaksi atas apa yang telah Engkau serukan kepadanya. Segala hal yang menunjukan tentang diri-Mu adalah hujah dan dia bersaksi kepada-Mu atas sifat ketuhanan-Mu.

Dan Aku bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan kecuali Alloh Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dia Maha Awal Yang tidak ada sesuatu sebelum-Nya. Dia Maha Akhir Yang tidak ada batas akhir bagi-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya yang membantu-Nya dalam menciptakan perkara-perkara yang menakjubkan. Semua Penciptaan-Nya terjadi dengan perintah-Nya dan tunduk pada ketaatan-Nya serta menyambut seruan-Nya.

Niat dan Mengenal Kemampuan Diri

Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w.
Burung Lucu
Sesungguhnya Alloh SWT memasukkan ke dalam Surga disebabkan ketulusan niat dan hati yang saleh (baik), siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.

Barangsiapa yang tidak memujimu atas niat yang baik, maka dia tidak berterimakasih kepadamu atas pemberian yang baik.

Barangsiapa membaikkan niatnya, maka Alloh SWT akan menjadikan baik lahiriahnya.

Jika perkataan keluar dari hati, maka ia akan berpengaruh terhadap hati, dan jika ia keluar dari lidah, maka ia tidak akan mencapai telinga.

Janganlah engkau merendahkan seseorang karena kejelekan rupanya dan pakaiannya yang usang, karena sesungguhnya Alloh Ta'ala hanya memandang apa yang ada dalam hati dan membalas segala perbuatan.

Tidak ada agama bagi yang tidak memiliki niat.

Mengenal Kemampuan Diri

Barangsiapa yang telah mengetahui dirinya, maka dia telah mengetahui Tuhan-nya.

Semoga Alloh merahmati seseorang yang mengetahui batas kemampuan dirinya dan dia tidak melampaui batasnya itu.

Tidaklah akan binasa seseorang yang mengetahui batas kemampuannya.

Jika engkau mengangkat seseorang melebihi kemampuannya, maka bisa jadi dia akan menurunkan kedudukannya darimu seukuran dengan yang engkau angkat darinya.

Rosululloh Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya setiap amal tergantung dari niatnya, dan seseorang itu akan mendapatkan sesuai dengan yang dia niatkan."

Kisah Lelaki Ahli Surga


Anas bin Malik r.a. mengisahkan; "kami sedang duduk-duduk bersama Rosululloh saw. Beliau bersabda, "Akan berlalu saat ini seorang Ahli Surga".

Saat itu juga seorang sahabat dari Anshor muncul sambil menyela-nyela jenggotnya. Tangan kirinya menenteng sendal.

Keesokan harinya, Rosululloh saw kembali mengatakan hal yang sama dan muncul sahabat Anshor itu.

Di hari ketiga Rosululloh saw berkata sama seperti yang Beliau ucapkan sebelumnya. Dan masih sahabat itu yang datang.

Ketika Rosululloh saw beranjak pergi, sahabat Abdulloh ibn Umar membuntuti orang itu.
Ia berkata padanya, "Aku berselisih dengan ayahku. Aku bersumpah tak akan tinggal bersamanya selama tiga hari. Jika kau izinkan, boleh aku tinggal bersamamu selama itu?"

Sahabat Anshor itu menjawab, "Baiklah".

Abdulloh Ibn Umar bercerita bahwa ia tinggal bersama sahabat itu selama tiga hari. Tapi ia tak melihatnya bangun tengah malam beribadah, kecuali ketika bangun ia selalu berdoa dan bertakbir hingga menjelang sholat Shubuh.

Abdulloh Ibn Umar mengisahkan, "aku hanya mendengar ia selalu mengucapkan kebaikan. Selama tiga malam itu, hampir saja aku remehkan semua yang ia lakukan. Akhirnya kuputuskan untuk bertanya padanya, "Wahai hamba آلله , sebenarnya tak pernah terjadi perselisihan antara aku dan ayahku, tapi aku mendengar Rosululloh saw berkata sebanyak tiga kali 'saat ini akan berlalu seorang Ahli Surga'.

Aku perhatikan ternyata kamulah orangnya. Aku lantas bermaksud tinggal bersamamu untuk mengetahui lebih dekat semua yang kamu lakukan. Tapi sampai saat ini aku tak melihat kamu melakukan sesuatu yang besar dan berharga. Aku bertanya-tanya apa sebenarnya yang menyebabkan Rosululloh saw mengatakan demikian.

Sahabat Anshor itu menjawab, "Diriku hanyalah seperti yang kamu lihat".

Mendengar jawabannya, aku lalu beranjak meninggalkannya. Tapi selang beberapa langkah ia memanggilku.

Ia berkata "Diriku hanyalah seperti yang kamu lihat, tapi memang tak pernah terbetik dalam hatiku perasaan dengki pada orang-orang Muslim yang lain, atau iri terhadap semua yang آلله anugerahkan pada mereka".

Abdulloh Ibn Umar menimpali, "Ini dia yang menyebabkan kamu menjadi Ahli Surga".

(Hadits Riwayat Ahmad dengan sanad menurut Bukhori, Muslim dan An-Nasa'i)

Adab, Budi Pekerti dan Akhlak Yang Mulia


embun, daun hijau
Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w.

Budi Pekerti yang mulia ada sepuluh: dermawan, malu, jujur, menyampaikan amanat, rendah hati (tawadhu), cemburu, berani, santun, sabar, dan syukur.

Tiga macam orang yang tidak diketahui kecuali dalam tiga situasi:

(pertama), tidak diketahui orang pemberani kecuali dalam situasi perang.
(kedua), tidak diketahui orang yang penyabar kecuali ketika sedang marah.
(ketiga), tidak diketahui sebagai teman kecuali ketika (temannya) sedang butuh.

Janganlah sekali-kali engkau menjadi orang yang keburukannya lebih kuat daripada kebaikannya, kekikirannya lebih kuat daripada kedermawanannya, dan kekurangannya lebih kuat daripada kebajikannya.

Pandanglah buruk pada dirimu apa yang engkau pandang buruk pada selainmu.

Semulia-mulia nasab adalah akhlak yang baik.

Tidak ada teman seperti akhlak yang baik, dan tidak ada harta warisan seperti adab.

Adab adalah pusaka yang terbaik.

Tidak adanya adab adalah sebab segala kejahatan.

Hendaklah engkau ridho akan perlakuan orang-orang terhadapmu sama seperti engkau ridho atas perlakuanmu terhadap mereka.

Perjalanan adalah ukuran akhlak.

Jika engkau menyukai akhlak yang mulia, maka hendaklah engkau menjauhi segala yang haram.

Kasihanilah orang-orang fakir yang sedikit kesabarannya, kasihanilah orang-orang kaya yang sedikit syukurnya, dan kasihanilah semua karena lamanya kelalaian mereka.

Kemuliaan keturunan yang paling tinggi adalah akhlak yang baik.

Ketakwaan adalah akhlak yang utama.

Akhlak yang baik adalah sebaik-baik teman.

Kalau segala sesuatu harus dipisah-pisahkan, maka dusta tetap bersama takut, kejujuran bersama keberanian, santai bersama keputusasaan, kelelahan bersama kerakusan, penolakan bersama ketamakan, dan kehinaan bersama utang.

Hendaklah kalian menjaga adab. Sebab, jika kalian raja, pasti kalian akan melebihi raja-raja yang lain; jika kalian penengah, pasti kalian akan dapat mengatasi (yang lain); dan jika kehidupan kalian miskin, pasti kalian akan dapat hidup (terhormat) dengan adab kalian.

Pilihlah untuk diri kalian, dari setiap kebiasaan, yang paling bagusnya, karena sesungguhnya kebaikan merupakan kebiasaan.

Semulia-mulia raja adalah yang tidak dicampuri kesombongan dan tidak menyimpang dari kebenaran.

Sekaya-kaya orang adalah yang tidak tertawan oleh ketamakan. Sebaik-baik kawan adalah yang tidak menyulitkan kawan-kawannya. Dan sebaik-baik akhlak adalah yang paling dapat membantunya dalam ketakwaan dan kehati-hatian dalam beragama (waro').

Adab adalah pakaian yang senantiasa baru.

Seseorang tidak akan menjadi mulia sehingga dia tidak peduli dengan pakaian yang mana saja dia muncul (di tengah-tengah masyarakat).