Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Wednesday, 13 November 2013

Arti Kebersamaan Dalam Organisasi

Kata "Kebersamaan" terasa begitu familiar di telinga kita, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas atau organisasi. Tapi terkadang individu didalam kelompok tersebut tidak tahu atau bahkan melalaikan arti makna dari kebersamaan. Mengapa rasa kebersamaan begitu penting dalam sebuah organisasi, ikatan, group atau komunitas? Kata "Kebersamaan" memiliki makna sebuah ikatan yang terbentuk karena rasa kekeluargaan/persaudaraan, lebih dari sekedar bekerja sama atau hubungan profesional biasa. 
Kebersamaan memiliki 4 unsur yang harus diciptakan dan dijaga oleh setiap individu yang tergabung didalamnya:

1. Sehati & Sepikir (Satu Visi)

Dalam sebuah organisasi akan terdapat banyak orang yang memiliki pendapat berbeda. Satu kepala satu ide, seribu kepala seribu ide. Namun jika ingin membuat kelompok kita kuat dan solid, maka selayaknya kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan pribadi. Tinggalkan perbedaan dan galang persamaan, akan mengantar organisasi kita dapat berjalan dg lancar.

2. Tidak Egois

Sudah bukan rahasia lagi jika manusia itu adalah "makhluk egois". Apapun yang tidak memiliki nilai tambah buat dirinya, kebanyakan tidak akan ada partisipasi yang dikeluarkan, bahkan dianggap tidak penting. Jika sifat ini ada dalam sebuah organisasi, bisa dipastikan organisasi tersebut hanya punya program tapi tidak ada kegiatan. Tidak ada yang mempelopori, karena semua menganggap apa yang mereka lakukan tidak ada imbal baliknya. Jika ingin memiliki organisasi yang solid, maka kita mulai utk belajar menurunkan Ego demi kepentingan bersama.

3. Kerendahan Hati

Organisasi akan memiliki anggota yang hegemoni (campuran). Terkadang ada sebagian anggota yang terlibat tidak memiliki keahlian dan pengalaman khusus, modal mereka hanya sekedar kerelaan demi memberikan sumbangsih. Maka selayaknya anggota yang memiliki usia lebih tua, pengalaman lebih matang, keahlian lebih tinggi, kondisi finansial lebih beruntung, untuk menekan rasa sombong dalam diri dan rela bekerja sama (sambil menuntun) dg anggota lainnya. Kerendahan hati akan menghindarkan kita dari rasa benci, iri hati dan timbulnya kelompok yang terkotak-kotak.

4. Kerelaan Berkorban.

Setiap individu dalam sebuah organisasi, akan memiliki sumbangsih yang bisa berbeda-beda. Ada yang menyumbangkan dana, pikiran, fasilitas, tenaga atau waktu. yang punya finansial lebih menyumbangkan dana utk transportasi dan konsumsi, sementara yang memiliki waktu menyumbangkan tenaga dan waktunya utk melaksanakan tugas. Perbedaan sumbangsih jangan sampai membuat gesekan negatif yang bisa berdampak pada perpecahan. Jika ingin bekerja bersama-sama, maka siapkan kerelaan untuk mau berkorban dan jangan pernah itung-itungan.

Jika setiap individu dalam sebuah organisasi memahami dan terus belajar untuk memenuhi 4 unsur diatas, maka lambat laun organisasi yang dikembangkan akan menjadi semakin kuat dan solid di kemudian hari. Kesadaran diri untuk menjadi insan yang lebih baik dan terus bertumbuh, akan sangat membantu proses perubahan diri.

Kitab Suci Al Quran Al Karim, Mukjizat Rosululloh Muhammad SAW

Al Quran adalah firman Alloh yang tiada tandingannya, mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rosul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas.

Al Quran Al-Karim, Itulah Kitab Alloh yang natiq (berbicara), Al Quran yang benar, cahaya yang terang benderang, dan pelita yang berkilauan. Petunjuk-petunjuknya jelas. Rahasia-rahasianya tidak rumit dan ayat-ayat lahiriahnya mudah dipahami. Pengikut-pengikutnya dicemburui orang lain. Dia mengajak kepada keridhoan pada pengikutnya, membawa pada keselamatan.


Kemudian Alloh SWT menurunkan kepada Beliau (Muhammad SAW) Kitab (Al Quran Al-Karim - Yang Dimuliakan) sebagai cahaya yang sinarnya tidak pernah padam. Pelita yang nyalanya tidak pernah redup. Lautan yang kedalamannya tidak dapat dicapai. Jalan yang arahnya tidak pernah menyesatkan. Sinar yang cahayanya tidak pernah menjadi gelap. Pemisah (antara yang hak dan batil) yang hujahnya tidak pernah melemah. Penjelas yang fondasi-fondasinya tidak dapat diruntuhkan. Penyembuh yang penyakit-penyakitnya tidak dikhawatirkan akan kembali lagi. Kemuliaan yang pembela-pembelanya tidak akan terkalahkan. Dan kebenaran yang pengikut-pengikutnya tidak akan pernah ditelantarkan.

Dan hendaklah berpegang teguh pada Kitabulloh karena sesungguhnya ia adalah tali yang kuat, cahaya yang terang, penyembuh yang bermanfaat, air yang dingin lagi segar, perlindungan bagi yang berpegang teguh padanya, dan keselamatan bagi yang berpegang erat padanya.

Ketahuilah bahwasannya Al Quran adalah pemberi nasihat yang tulus yang tidak pernah menipu, pemberi petunjuk yang tidak akan menyesatkan, dan pembicara yang tidak berbohong.

Ketahuilah, tidak ada kebutuhan bagi siapapun setelah (mendapat bimbingan) Al Quran, dan tidak ada kecukupan bagi siapapun sebelum (mendapatkan petunjuk dari) Al Quran. 

Jadikanlah ia sebagai obat yang menyembuhkan segala penyakit yang diderita karena di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi penyakit yang paling besar, yaitu kekufuran dan kemunafikan, dosa dan kesesatan.

Ketahuilah, tiada suatu ketaatan kepada Alloh melainkan ia datang bersama keengganan hati. Dan tiada suatu kemaksiatan melainkan ia datang bersama kegemaran nafsu. Oleh sebab itu, dirahmatilah oleh Alloh seseorang yang menahan hatinya dari dorongan nafsu. Sebab nafsu seseorang amat kuat tarikannya dan terus-menerus menarik ke arah kemaksiatan yang disukainya.

Oleh karena itu, mohonlah kepada Alloh dengan Al Quran. Mendekatlah kepada Alloh dengan mencintai Al Quran. Janganlah meminta sesuatu kepada hamba-hamba Alloh dengan menjadikan Al Quran sebagai alat.

Sesungguhnya tidak ada yang lebih baik daripada Al Quran yang dibawa oleh seseorang dalam menghadapkan diri kepada Alloh SWT. Ketahuilah, sesungguhnya Al Quran adalah pemberi syafaat yang diterima syafaatnya. Ia adalah pembicara yang dipercayai perkataannya. Barangsiapa yang diberi syafaat oleh Al Quran pada Hari Kiamat, niscaya akan diterima syafaatnya. Dan barangsiapa yang segala keburukannya dibongkar oleh Al Quran pada hari Kiamat, niscaya akan ditetapkan kesaksian Al Quran itu diatasnya.

Siapa saja yang duduk membaca Al Quran ini, niscaya dia akan berdiri darinya dengan tambahan atau kekurangan, yaitu bertambah dalam mendapatkan petunjuk, atau berkurang dalam kesesatan.

Barangsiapa yang membaca Al Quran, lalu dia mati dan masuk neraka, maka dia termasuk orang yang menjadikan ayat-ayat Alloh sebagai permainan (olok-olok).

Perhatikanlah Alloh, yaitu dalam hal perintah-Nya untuk menjaga Kitab-Nya, dan Dia telah menitipkan untuk menjaga hak-hak-Nya. Sesungguhnya Alloh Yang Maha Suci telah menurunkan Kitab petunjuk yang didalamnya menerangkan kabaikan dan keburukan. Maka, ambilah jalan kebaikan, niscaya akan dapat memperoleh petunjuk, dan berpalinglah dari jalan keburukan, niscaya akan berada di jalan yang lurus.

Perumpamaan seorang Mukmin yang membaca Al Quran seperti buah jeruk (utruj), ia wangi baunya dan enak rasanya . Perumpamaan seorang Mukmin yang tidak membaca Al Quran seperti kemangi, ia wangi baunya, namun pahit rasanya. Dan perumpamaan seorang yang berbuat maksiat yang tidak membaca Al Quran seperti peria, ia pahit rasanya dan tidak ada baunya.

Rosululloh SAW telah bersabda: "Takkan lurus iman seseorang sampai hatinya menjadi lurus, dan takkan lurus hatinya sampai lidahnya menjadi lurus".

ISLAM menurut Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib


Pemandangan Yang Indah

Dari Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib k.w. "Aku akan memberikan (kepada kalian) Definisi Islam dengan definisi yang belum pernah diberikan oleh seorang pun sebelumku. Yaitu, Islam adalah Penyerahan, Penyerahan adalah Keyakinan, Keyakinan adalah Pembenaran, Pembenaran adalah Pengakuan, Pengakuan adalah Pelaksanaan, dan Pelaksanaan adalah Amal."

Tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi daripada Islam. Sesungguhnya Islam adalah agama Alloh yang dipilih-Nya untuk diri-Nya, dikembangkannya di bawah pengawasan-Nya, dimurnikannya untuk sebaik-baik makhluk-Nya, dan ditegakkan tiang-tiangnya diatas cinta-Nya. Dia telah menundukkan agam-agama lain dengan keperkasaan-Nya. Merendahkan semua umat dengan keluhuran-Nya. Menghinakan musuh-musuh-Nya dengan kemuliaan-Nya. Menelantarkan lawan-lawan-Nya dengan pertolongan-Nya. Dan Dia merobohkan pilar-pilar kesesatan dengan kekuatan-Nya.

Konsep Islam yang fundamental ialah Tauhid, yaitu Keyakinan tentang Keesaan Alloh. Yang pertama dari Lima Rukun Islam, Tauhid dituangkan dalam syahadat (pengakuan), yaitu bersaksi:

Kalimah Syahadat
"Tiada Tuhan kecuali Alloh dan Muhammad utusan Alloh"

Penegasan tentang kemurnian keesaan Alloh SWT dan menolak segala macam kemusyrikan ini dituangkan dengan jelas dan sederhana di dalam al Qur-an.

Lihat Keutamaan Surah Al-Ikhlas >>

Katakanlah: "Dia-lah Alloh Yang Maha Esa,
Alloh, Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu,
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
dan tidak ada satupun yang setara dengan Dia."
(Al-Ikhlas 112:1-4)

Nama "Alloh" tidak memiliki bentuk jamak dan tidak diasosiasikan dengan jenis tertentu. Sebagaimana disampaikan dalam al Qur-an Surah Asy-Syuuro:

"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat".
(Asy-Syuuro' 42:11)

Dari Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib k.w. ; Agama adalah tanda kemuliaan dan selamanya kemuliaan dimuliakan dengan agama. Maka, barangsiapa yang mengikuti selain agama Islam niscaya akan pastilah kemalangannya, akan terputus buhul talinya, dan akan besar ketergelincirannya. Pokok agama adalah lurusnya keyakinan. Agama bukanlah dengan pendapat, tetapi dengan mengikuti.

Sesungguhnya Dia-lah Alloh Yang Lebih Mengetahui.

Menjaga Lidah, Lisan atau Perkataan


Hadits-hadits, Menjaga Lidah, Lisan, Perkataan
Segala puji bagi Alloh yang telah menciptakan lidah. Dengan lidah kita dapat berkomunikasi dan menentukan rasa. Dengan lidah ini juga kita bisa membuat lawan bicara kita menjadi tergerak kepada kebaikan ataupun keburukan, membuat lawan bicara tersenyum bahagia ataupun menangis menahan perih.

Berikut hadits-hadits berkenaan dengan lidah atau lisan atau perkataan, semoga bisa menjadikan pembelajaran atau tadzkiroh atau renungan bagi kita semua. Jazakumulloh khairon katsiron.

Hadits-hadits tentang Lidah, Lisan atau Perkataan

Dari Abu Hurairah ra., Rosululloh Muhammad saw. bersabda:
"Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau - kalau tidak dapat berkata yang baik, hendaklah ia berdiam diri saja." (Muttafaq 'alaih)

Dari Sahl bin Sa'ad ra., Rosululloh Muhammad saw  bersabda:
"Barangsiapa yang dapat memberikan jaminan kepadaku tentang kebaikannya apa yang ada di antara kedua tulang rahangnya - yakni mulut atau lidah - serta antara kedua kakinya - yakni kemaluannya, maka saya memberikan jaminan syurga untuknya." (Muttafaq 'alaih)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya ia mendengar Rosululloh Muhammad saw  bersabda:
"Sesungguhnya seseorang hamba itu niscayalah berbicara dengan suatu perkataan yang tidak ia fikirkan - baik atau buruknya -, maka dengan sebab perkataannya itu ia dapat tergelincir ke neraka yang jaraknya lebih jauh daripada jarak antara sudut timur dan sudut barat." (Muttafaq 'alaih)

Dari Abu Abdur Rahman yaitu Bilal bin al-Harits al-Muzani ra. bahwasannya Rosululloh Muhammad saw bersabda:
"Sesungguhnya seseorang itu niscayalah berkata dengan suatu perkataan dari apa-apa yang diridhoi oleh Alloh Ta'ala, ia tidak mengira bahwa perkataan itu akan mencapai suatu tingkat yang dapat dicapainya, lalu Alloh mencatat untuknya bahwa ia akan memperoleh keridhoan-Nya sampai pada hari ia menemui-Nya -yakni hari kematiannya atau pada hari kiamat nanti. Dan sesungguhnya seseorang itu niscayalah berkata dengan suatu perkataan dari apa-apa yang menjadikan kemurkaan Alloh, ia tidak mengira bahwa perkataan itu akan mencapai suatu tingkat yang dapat dicapainya, lalu Alloh mencatatkan untuknya bahwa ia akan memperoleh kemurkaan-Nya sampai pada hari ia menemui-Nya."
(Diriwayatkan oleh Malik dalam kitab Al-Muwaththa' dan juga oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadits hasan shohih)

Dari Ibnu Umar ra., katanya: "Rosululloh Muhammad saw. bersabda:
"Janganlah engkau semua memperbanyak kata, selain untuk berzikir kepada Alloh Ta'ala, sebab sesungguhnya banyaknya pembicaraan kerasnya hati dan sesungguhnya sejauh - jauh manusia dari Alloh ialah yang berhati keras," - yakni enggan menerima petunjuk baik. (Hadits Riwayat Tirmidzi)

Dari Anas ra., katanya: "Rosululloh Muhammad saw. bersabda:
"Ketika saya dimi'rajkan, saya berjalan melalui suatu kaum yang mempunyai kuku-kuku dari tembaga yang dengan kuku-kuku tadi mereka menggaruk-garukkan muka serta dada-dada mereka sendiri. Saya bertanya: "Siapakah mereka itu, hai Jibril?" Jibril menjawab: "Itulah orang-orang yang makan daging sesama manusia -yakni mengumpat - dan menjatuhkan kehormatan mereka." (Hadits Riwayat Abu Dawud)

Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rosululloh Muhammad saw  bersabda:
"Setiap Muslim atas sesama Muslim itu haramlah darahnya, kehormatannya serta hartanya - yakni haram dilanggar." (Hadits Riwayat Muslim)

Hadits Yang Penting tentang Menjaga Lidah, Lisan atau Perkataan

Mu'adz bin Jabal radhiyallohu 'anhu berkata : Saya pernah bersama Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan. Pada suatu pagi ketika kami sedang berjalan, aku berada didekat beliau, maka aku berkata :"Wahai Rosululloh kabarkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam Surga dan menjauhkan aku dari Neraka".

Maka beliau bersabda : "Sungguh engkau telah bertanya kepadaku tentang perkara yang begitu besar akan tetapi akan terasa mudah bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Alloh, engkau beribadah kepada Alloh dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, engkau mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa dibulan Rmadhan dan melaksanakan ibadah haji." (Rukun Islam)

Kemudian beliau Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi Wasalam bersabda : "Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan ?"

Saya katakan : "Tentu wahai Rosululloh".

"Berpuasa adalah perisai, sedekah dapat memadamkan dosa-dosa sebagaimana air dapat memadamkan api, demikian juga  sholat seseorang ditengah malam, kemudian beliau membacakan ayat, '...lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka...' hingga '...apa yang telah mereka kerjakan' (QS. As-Sajdah ; 17)

Kemudian beliau bersabda : "Maukah aku tunjukkan urusan yang terpenting, tiang-tiang penyangganya, dan puncak tertingginya ?"

Saya katakan : "Tentu wahai Rosululloh".

Maka beliau bersabda : "Urusan terpenting adalah Islam, tiang penopangnya adalah sholat sedangkan puncak tertingginya (atapnya) adalah jihad".

Kemudian lanjutnya : "Maukah aku kabarkan kepadamu tentang kunci semua itu ?"

Saya menjawab : "Tentu wahai Rosululloh".

Maka beliau memegang lidahnya, lalu bersabda : "Jagalah olehmu ini!"

Aku bertanya : "Wahai Nabi Alloh, apakah kami akan disiksa dengan sebab perkataan yang kami ucapkan?"

Beliau menjawab : "Ibumu kehilangan kamu ya Mu'adz, bukankah orang-orang itu tersungkur di Neraka diatas wajah-wajah mereka atau diatas hidung-hidung mereka, tidak lain disebabkan oleh ulah lisan-lisan mereka ?"

(Hadits Riwayat Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah, Hadits Hasan Shohih dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa')