Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Selamat Datang

Anak muda penuh kreativitas dan semangat juang demi kemajuan bangsa dan negara. "GERAKAN SEJUTA AKSI UNTUK NEGERI"

Saturday, 10 November 2012

Mengenal Lebih Dekat Kecamatan Dlingo


Kecamatan Dlingo


WILAYAH ADMINISTRASI

Kecamatan Dlingo berada di sebelah Timur dari Ibukota Kabupaten Bantul. Kecamatan Dlingo mempunyai luas wilayah 3.797,803 Ha
Alamat kantor kecamatan : Jl. Raya Dlingo Telp. (0274) 522972
Desa di wilayah administratif Kecamatan Bantul :
  1. Desa Terong
  2. Desa Dlingo
  3. Desa Temuwuh
  4. Desa Muntuko
  5. Desa Mangunan
  6. Desa Jatimulyo
GEOGRAFIS
Wilayah Kecamatan Bantul berbatasan dengan :

  • Utara : Kecamatan Patuk,
  • Timur : Kecamatan Playen,
  • Selatan : Kecamatan Playen,
  • Barat : Kecamatan Imogiri, Pleret.
Kecamatan Dlingo berada di dataran rendah. Ibukota Kecamatannya berada pada ketinggian 320 meter diatas permukaan laut. Jarak Ibukota Kecamatan ke Pusat Pemerintahan (Ibukota) Kabupaten Bantul adalah 23 Km. Kecamatan Dlingo beriklim seperti layaknya daerah dataran rendah di daerah tropis dengan dengan cuaca panas sebagai ciri khasnya. Suhu tertinggi yang tercatat di Kecamatan Dlingo adalah 32ºC dengan suhu terendah 24ºC. Bentangan wilayah di Kecamatan Dlingo 0% berupa daerah yang datar sampai berombak, 100% berombak sampai bernukit dan 0% berbukit sampai bergunung.
PENDUDUK
Kecamatan Dlingo dihuni oleh 8.894 KK. Jumlah keseluruhan penduduk Kecamatan Dlingo adalah 36.514 0rang dengan jumlah penduduk laki-laki 17.718 orang dan penduduk perempuan 18.796 orang. Tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan Dlingo adalah 650 . jiwa/Km2. Sebagian besar penduduk Kecamatan Dlingo adalah petani. Dari data monografi Kecamatan tercatat 7.625 orang atau 20,88% penduduk Kecamatan Dlingo bekerja di sektor pertanian..

SENTRA INDUSTRI

  • Manding, Sabdodadi, Sentra Kerajinan Kulit
  • Karangasem Muntuk, Sentra kerajinan bambu.
  • Klepu Temuwuh, Sentra kerajinan meubel.
  • Tanjan Temuwuh, Sentra industri daun pintu.

WISATA BUDAYA

UPACARA RASULAN/GUMBREGAN
Upacara rasulan masih rutin dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Dodogan, Jatimulyo, Kecamatan Dlingo. Kegiatan ini merupakan nilai - nilai tradsi yang sangat diperhatikan oleh masyarakat setempat karena makna yang terkandung didalamnya sangat memberikan arti yang begitu mendalam bagi kehidupan masyarakat dusun Dodogan.

WISATA ALAM

GUA GAJAH
Gua gajah terletak di Dusun Sukorame, Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo. Guo Gajah merupakan gua karst yang terletak pada kawasan karst gunungs sewu. Gua ini merupakan gua horisontal dengan panjang kurang lebih 50 meter. Nama Guo Gajah berasal dari ciri khas gumpalan batu yang berbentuk menyerupai gajah.

Friday, 9 November 2012

Generasi Muda Tanpa Narkoba


NAPZA merupakan istilah yang dipakai saat ini, yang merupakan kepanjangan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, yang sering dikenal NARKOBA (Narkotika dan Bahan / Obat Berbahaya lainnya)
         Narkotika : zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, pembiusan, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Contoh : Ganja
         Psikotropika : zat atau obat baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Contoh : Ekstasi
         Zat adiktif lainnya : zat adiktif yang bukan narkotika dan psikotropika atau zat-zat baru hasil olahan manusia yang menyebabkan kecanduan.

Jenis-jenis NAPZA
Berdasarkan jenisnya Napza memiliki tiga kategori :
1.    Narkotika
-          Opioid (opiat)
ü      Opioid atau opiate berasal dari opium, juz dari bungan opium, yang mengandung kira-kira 20 alkaloid opium, termasuk morfin, candu, heroin (putaw), methadone, demerol.
ü      Efek yang ditimbulkan : mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara, kerusakan penglihatan pada malam hari, kerusakan pada hati dan ginjal, penurunan libido, kebingungan dalam identitas seksual, terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya makin meningkat, kematian semakin meningkat.
ü      Gejala keracunan  Opioid : kontraksi pupil, mengantuk atau koma, bicara cadel, gangguan daya ingat.
-          Kokain
ü      Zat adiktif yang sangat berbahaya dan sering disalahgunakan. Kokain didapat kan dari tanaman belukar erythroxylon coca, yang berasal dari amerika selatan, dimana daun itu biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulant.
ü      Efek yang ditimbulkan : pemakai menjadi bersemangat, gelisah, tidak bisa diam, tidak nafsu makan, paranoid, liver terganggu. Gejala putus kokain disertai kecenderungan untuk bunuh diri.
-          Ganja
ü      Ganja mengandung sejenis bahan kimia yang disebut THC (delta-9-tetrahydrocannabinol) yang bisa mempengaruhi suasana hati dan mempengaruhi cara orang melihat dan mendenagr hal-hal sekitarnya.
ü      Efek pemakaian : mudah kehilangan kosentrasi, denyut nadii cenderung meningkat, keseimbangan dan koordinasi tubuh menjadi buruk, ketakutan, mudah panic, depresi, kebingungan dan berhalusinasi.
2.    Psikotropika
-          Ekstasi (XTC)
ü      Salah satu obat bius yang dibuat secara illegal disebuah laboratorium dalam bentuk tablet atau kapsul.
ü      Efek yang ditimbulkan : diare, rasa haus yang berlebihan, sakit kepala/pusing, menggigil tidak terkontrol, detak jantung yang cepat, mual disertai muntah atau hilangnya nafsu makan, gelisah / tidak bisa diam, pucat dan keringat, dehidrasi, mood berubah.

-          Sabu-sabu
ü      Berbentuk kristal seperti gula, tidak berwarna dan berabau. Ada juga yang berbentuk tablet. Sabu-sabu dikenal dengan julukan glass, quartz, hirropon, ice cream
ü      Efek : menjadi bersemangat, gelisah dan tidak bisa diam, tidak bisa tidur, tidak bisa makan, dalam jangkan panjang bisa menyebabkan fungsi otak terganggu bahkan bisa gila, paranoid, dan gangguan hati.
ü      Gejala : cepat marah, tidak tenang, cepat lelah, tidak bersemangat, lesu, letih, ingin tidur terus.
3.    Zat adiktif lainnya
-          Minuman keras / Alkohol
ü      Alkohoh adalah zat yang paling sering disalahgunakan manusia, diperoleh dari peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian.
ü      Efek : efek yang ditimbulkan berbeda-beda sesuai dengan kadar alcohol yang dikonsumsi.
ü      Efek dalam jumlah yang kecil : relax, bisa mengekspresikan emosi, misalnya : rasa senag, sedih dan kemarahan.
ü      Efek jika dikonsumsi berlebihan : lebih bebas mengekspresikan diri, berbicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, dan bisa sampai tidak sadarkan diri.
-          Nikotin
ü      Bentuk nikotin yang paling umum adalah tembakau, yang dihisap dalam bentuk rokok, cerutu dan pipa. Bisa disedot atau dikunyah.
ü      Efek : secara perilaku, efek stimulasi dari nikotin menyebabkan peningkatan perhatian, belajar dan kemampuan memecahkan masalah. Efek jangka panjang disertai dengan penurunan aliran darah, bisa menyebabkan kematian karena kegagalan pernafasan.


-          Inhalansia
ü      Uap bahan yang mudah dihirup, misalnya isi korek api gas, cairan dry cleaning, uap bensin, lem, cairan pemantik api, semen karet, pengencer cet tinner).
ü      Efek : timbul perasan euphoria, kegembiraan, sensani mnyenangkan, bicara yang tidak jelas, rasa ketakutan, ilusi sensorik, halusinasi.

CARA MENYALAHGUNAKAN
  1. Oral
   Ditelan melalui mulut, diabsorbsi di lambung
  1. Inhalation
Diabsorbsi di dalam darah melalui sel paru-paru
Harus dalam bentuk gas drop, cairan yang mudah menguap,
Suspensi partikel dalam gas
  1. Absorbtion Across Mucous Membrane dan Skin
Sniffing atau Snorting (bukan inhalation)
Ointment dioleskan ke kulit
Ditaruh dalam luka kulit
Suppositories diabsorbsi mucous membrane rectum
  1. Injection Parenteral
-          Subcutaneus injection
-          Intramuscular injection
-          Intravenous injection




Faktor-faktor penyebab penyalahgunaan NAPZA
Ada berbagai motif remaja terkena NARKOBA diantaranya :
1)      Ingin mengatasi perasaan gelisah
2)     Rasa ingin tahu yang besar
3)     Ingin memperoleh pengalaman baru
4)     Coba-coba atau sebagai hiburan
5)     Ingin dianggap dewasa
6)     Agar diterima dikelompoknya dan biar gaul
7)     Ketidakharmonisan dalam keluarga
8)     Kepribadian yang rapuh
9)     Karena NARKOBA mudah diperoleh
10) Keimanan yang semakin tipis

Dampak/bahaya penyalahgunaan NAPZA
  1. Gangguan memori otak/pelupa
  2. Sulit berfikir jernih dan kosentrasi
  3. Suka bengong/melamun
  4. Gangguan liver/paru-paru/mata/kulit
  5. Tulang dan gigi keropos
  6. Kecanduan dan bisa gila
  7. Terinveksi virus HIV/AIDS
  8. Prestasi sekolah/kerja mundur bahkan bisa berhenti
  9. Hubungan dengan kelurga menjadi buruk
  10. Tindak kriminal
  11. Gangguan membaca, berbahasa, berhitung dan menghambat keterampilan sosial

Ciri-ciri pengguna NAPZA
-         Fisik
a.       Berat badan turun drastic
b.      Buang air besar dan kecil kurang lancer
c.       Mata terlihat cekung dan merah
d.      Sembelit atau sakit perut
e.       Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti tanda bekas gigitan nyamuk dan ada tanda sayatan
-         Emosi
a.       Sangat sensitive dan cepat bosan
b.      Nafsu makan tidak menentu
c.       Bila ditegur/dimarahi malah menunjukkan sikap membangkang
d.      Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk mukul orang
-         Perilaku
a.       Bicara cadel/pelo
b.      Jalan sempoyongan
c.       Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas rutinnya
d.      Jantung berdebar-debar
e.       Nyeri kepala
f.       Nyeri/ngile sendi-sendi
g.       Mengeluarkan air mata berlebihan
h.       Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
i.         Selalu kehabisan uang
j.        Bicaranya tidak nayambung
k.      Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan
l.         Sering berbohong, ingkar janji, pemalas
m.     Sering bertemu dengan orang yang tak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam
n.       Sering mengalami mimpi buruk
o.       Cenderung menarik diri dari acara keluarga dan lebih senang mengurung diri di kamar
p.       Takut air, jika terkena air terasa sakit
q.       Suka mencuri dan menjual barang-barang yang ada di rumah
r.       Waktunya dirumah sering dihabiskan di kamar tidur/ruang gelap

Tempat yang digunakan untuk peredaran NARKOBA
  1. Diskotik / café / hotel / bioskop / villa
  2. Tempat kos / mall / plaza
  3. Kamar kecil / WC / kamar mandi
  4. Kantin sekolah / kantor / restaurant
  5. Warung / wartel / kantor pos
  6. Tempat parker mobil dan motor
  7. Perpustakaan / gudang barang
  8. Bandara / pelabuhan / terminal
  9. Ruang kosong / pondok
  10. Lembaga pemasyarakatan (LP)

Tahapan penggunaan NARKOBA
                  Ada beberapa tahapan mengapa orang sampai menggunakan yang namanya NARKOBA, yaitu :
1)      Awalnya dari rokok
2)     Kemudian alkohol
3)     NARKOTIKA dan PSIKOTROPIKA
4)     Menjalar yang namanya FREE SEX
5)     Aborsi (menggugurkan kandungan)

Situasi yang membuat kita sulit mengatakan “tidak”
  1. Dalam pacaran, kadang kita memang menikmati saat-saat bersama pacar, berpegangan tangan dan bersentuhan. Persoalannya kita cuma menginginkan hal itu, tapi pacar menginginkan yang lebih jauh lagi, misalnya berhubungan seks. Banyak cewek yang merasa takut untuk menolak.
  2. Ajakan teman / sahabat untuk merokok, minum alcohol atau memakai obat-obantan
  3. Paksaan, pengompasan, pemalakan. Sering kali tekanan untuk ikut terlibat tawuran yang mengatasnamakan solidaritas.

Tips bilang “tidak”
  1. Kenali perasaan dan pendapat kita sendiri terhadap merokok, alcohol, napza, hubungan seks pranikah, tawuran.
  2. Bersikap ramah dan tegas
  3. Katakan dengan jujur bagaimana perasaan kita, misalnya : “ Saya tidak mau mulai merokok karena takut keterusan”
  4. Apabila ini berkaitan dengan kepercayaan kita, bilang saja dengan jelas: 

Pemuda Qur’ani untuk Indonesia




Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmulah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa.
Kepada para pemuda
Yang merindukan lahirnya kejayaan
Kepada umat yang tengah
Kebingungan di persimpangna jalan
Kepada para pewaris peradaban yang kaya raya,
Yang telah menggoreskan catatan membanggakan
Di lembar sejarah umat manusia
Kepada setiap muslim
Yang yakin akan masa depan dirinya
Sebagai pemimpin dunia dan peraih kebahagiaan
Di kampung akhirat
Kepada mereka semua kami persembahkan risalah ini.

Sepenggal lirik lagu “Bangun Pemudi-pemuda” dan lirik lagu “Totalitas perjuangan” yang sudah diaransemen sedikit seakan menggelitik pemuda Indonesia. Menggelitik karena pemuda seakan-akan hanya tertawa dengan kondisi bangsa pada saat ini. Air mata ibu pertiwi terus mengalir dari pelupuk mata masyarakat kecil yang sangat menunggu kontribusi para pemuda harapan bangsa. Para pemuda yang seharusnya membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Apa yang terjadi pada kebanyakan para pemuda sekarang?. Apakah mereka terlalu lugu dan polos untuk mengetahui permasalahan yang ada pada bangsa Indonesia?. Apakah mereka sudah tidak peduli dengan masa depan bangsa ini?. Mudah-mudahan itu semua hanya mimpi dan mereka segera terbangun dari tidur panjang untuk segera membangun bangsa ini. Tetapi, pemuda seperti apakah yang akan membangun bangsa ini?
Para pemuda yang berkarakter sangat dinanti-nanti kedatangannya untuk melanjutkan tongkat estafet bangsa ini. Namun, pemuda yang berkarakter saja tidak cukup. Sudah banyak pemuda yang berkarakter kuat, tetapi pada akhirnya mereka tenggelam karena mereka tidak menjadikan Al Qur’an sebagai lentera dalam perjalanannya. Para pemuda yang memiliki idealisme serta takut kepada Allah SWT, para pemuda yang berani menyatakan kebenaran dan berani meninggalkan yang bathil ialah yang insya Allah akan memperbaiki keadaan bangsa bahkan akan membangun bangsa. Karena mereka akan selalu dinaungi petunjuk Allah SWT dalam setiap langkah perjuangan dakwah mereka. Seperti Firman Allah SWT berikut yang artinya: “Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (Al-Kahfi: 13). Sepertinya keempat nilai ini, yakni iman, ikhlas, semangat, dan amal merupakan karekter yang melekat pada diri pemuda, karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda. Bukan sembarang pemuda, melainkan pemuda yang cinta membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan kandungan dari Al Qur’an. Pemuda yang terlahir sebagai generasi Qur’ani.
Sangat miris memang melihat kebanyakan pemuda Indonesia sekarang, mereka seperti tidak tahu jatidirinya dan tidak memiliki pandangan hidup yang jelas. Hedonisme menjerat pemuda, sehingga melahirkan para pemuda yang konsumtif yang sengaja dibuat lupa akan tugasnya sebagai generasi penerus bangsa. Mereka lebih senang ketempat perbelanjaan dan menghabiskan uangnya demi kesenangan belaka bukan menyisihkan sebagian harta mereka untuk orang yang membutuhkan. Lihatlah masjid-masjid yang megah dan indah hanya dipenuhi oleh orang-orang tua dan renta yang menunaikan rakaat shalatnya bukankah seharusnya saf-saf depan itu diisi oleh para pemuda. Sedangkan hari-hari puasa mereka di bulan Ramadhan pada setiap tahun tidak lebih dari sekedar saat-saat bermalasan dan berhari libur, serta saat untuk memanjakan makan dan minum di malam harinya. Sedikit sekali dari mereka yang memperoleh pembaharuan ruh iman dan penyucian hati dengan puasanya. Hal ini terjadi karena semakin terasingnya pemuda dari Al Qur’an.
Para Pemuda seakan-akan asing terhadap Al Qur’an, jangankan untuk memahami kandungannya untuk membaca saja mereka tidak melaksanakan. Jika kondisi ini dibiarkan, maka bisa kita bayangkan seperti apa masa depan bangsa Indonesia ini. Al Qur’an diturunkan bukan hanya sebagai pandangan hidup melainkan juga sebagai obat yang akan mengobati penyakit umat manusia dan menyelesaikan persoalan hidup. Sebagai dasar pemikiran umat islam yang akan membentengi dari serbuan pemikiran-pemikiran yang bertujuan untuk membendung ajaran Islam kepada para pemudanya. Mereka menyiapkan segala daya dan upaya untuk dapat memperdaya umat Islam dengan kekuatan dan kekuasaannya dengan suatu upaya yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mereka menghancurkan umat Islam hingga akar-akarnya yaitu para pemuda Islam. Dan ini semua memberi pengaruh yang amat nyata, sehingga lahirlah generasi yang gersang yang jauh dari Al Qur’an dan lebih akrab dengan nilai-nilai di luar Islam daripada dengan miliknya sendiri.
Sahabatku yang dicintai Allah, kita sebagai pemuda Islam seharusnya membaca, memahami, menghafal dan mengamalkan Al Qur’an karena untuk membentuk masyarakat yang qur’ani harus dimulai dari pribadi kita masing-masing yaitu pribadi para pemuda yang insya Allah menjadi pemuda qur’ani. Seperti firman Allah SWT yang artinya sebagai berikut: “Dan sesungguhnya, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu ikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah agar kamu bertaqwa,” (Al-Anam: 153). Sesungguhnya harapan itu masih ada ditangan pemuda qur’ani, pemuda yang akan menjadikan bangsa ini lebih baik dimasa yang akan datang. Insya Allah.

Pemuda Indonesia, Beda Dulu dan Kini


“Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia!”.

Begitulah sebuah kutipan orasi Bung Karno yang hingga kini selalu ampuh dalam membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme para pemuda Indonesia. Dari kutipan sederhana orasi Bung Karno tersebut tersirat pesan bahwa para pemuda memegang peranan penting dalam setiap denyut kehidupan berbangsa dan bernegara ini.
Berbicara tentang pemuda Indonesia akan membawa ingatan bangsa ini pada peristiwa Sumpah Pemuda. Melalui peristiwa Sumpah Pemuda para pemuda Indonesia yang kala itu masih bersifat kedaerahan berhasil dipersatukan dalam berbagai wadah organisasi maupun gerakan kepemudaan yang bersifat kebangsaan. Tidak main-main, persatuan para pemuda Indonesia kala itu yang dijiwai dengan tekad semangat nasionalisme dan patriotisme, berhasil menyatukan perjuangan rakyat Indonesia dari berbagai wilayah. Hingga pada akhirnya mampu menghantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan.
Kini setelah Indonesia merdeka, banyak cara yang dipakai para pemuda Indonesia dalam memaknai serta mengamalkan Sumpah Pemuda. Misalkan saja melalui berbagai torehan prestasi yang diperoleh dalam ajang kompetisi nasional maupun internasional. Banyak pula yang berkarya dengan berinovasi dalam bidang teknologi dan pangan (kuliner). Tidak jarang pula pemuda Indonesia yang kini berjaya dalam dunia wirausaha. Mereka tidak saja menuntut perubahan dengan hanya sekedar “berkoar-koar”, namun mereka juga menyumbangkan solusi dan tindakan nyata bagi perubahan bangsa dan negaranya menuju lebih baik.
Di sisi lain, kita amat prihatin dengan kondisi sebagian pemuda Indonesia masa kini yang masih mengalami krisis identitas diri dan krisis kebangsaan. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai aksi atau tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh sebagian pemuda kita yang sedang mengalami disorientasi tersebut. Mulai dari merebaknya gaya hidup sekuler, hedonis, alay, hingga bahkan sejumlah aksi anarkhis di dalam pergaulan kehidupan pemuda Indonesia akhir-akhir ini. Seiring perkembangan zaman, kini sebagian pemuda kita pun telah dihinggapi sikap apatis, hingga cenderung cuek terhadap masalah yang menimpa bangsanya. Bahkan yang mesti kita waspadai bersama adalah munculnya kembali gejala-gejala semangat kedaerahan (etnosentrisme) pada sebagian pemuda Indonesia akhir-akhir ini.
Wahai pemuda Indonesia, sejenak mari kita renungkan bersama. Pernahkah sebagai pemuda Indonesia masa kini, kita membayangkan betapa berat dan sengsaranya perjuangan pemuda Indonesia kala itu dalam turut serta merebut kemerdekaan Indonesia? Pernahkah kita membayangkan betapa besarnya pengorbanan pemuda Indonesia pendahulu kita kala itu? Pernahkah kita merasa berhutang budi, bahkan berhutang jasa kepada mereka para pemuda kusuma bangsa pendahulu kita? Lalu sudah merasa hebatkah diri kita dengan berlagak sok-sokan, merasa paling hebat dan unggul, merasa paling benar sendiri, rajin tawuran seperti yang terjadi belakangan ini? Apakah seperti itu balasan kita atas jasa-jasa perjuangan Pemuda Indonesia kala itu?
Melalui momen peringatan Hari Sumpah Pemuda mestinya mampu membangkitkan kembali semangat nasionalisme dan patriotisme pada setiap jiwa pemuda Indonesia. Sehingga tidak ada lagi pemuda Indonesia yang mengalami krisis identitas diri maupun krisis kebangsaan. Tidak ada lagi pemuda Indonesia yang bersikap apatis, egois ataupun kedaerahan. Sebagai pemuda Indonesia janganlah kita hanya terus menuntut kepada negara akan perubahan yang lebih baik, tanpa memberikan solusi dan tindakan nyata yang progresif. Saatnya Pemuda Indonesia membuktikan komitmennya kepada nusa, bangsa dan negara ini melalui pengabdian dan karya nyata. Tetap bersatu padu dalam keragaman, “unity in diversity”!

Pemuda (Bukan) Penerus Tapi Pencetus ! Listen It !


Pemuda pada hakekatnya adalah seseorang yang masih berumur muda, tapi disini saya tidak ingin membatasi pemuda hanya dalam klasifikasi umur saja, tapi atas sikap dan perbuatan apa yang telah dilakukan. Kita semua tentu dari dahulu tau bahwa pemuda merupakan generasi PENERUS sebuah bangsa. Bagaimana negara kita kedepannya bisa kita lihat dari para pemudanya sebuah negara tersebut, tak terkecuali negara kita yaitu INDONESIA.

Bicara tentang para pemuda Indonesia, kita juga pasti tentu tahu bagaimana peran para pemuda Indonesia dalam ikut membangun negara tercinta kita ini. Mulai dari adanya sumpah pemuda yang mengikrarkan janji yang menurut saya sangat keren, lalu adanya Kebangkitan Nasional untuk mengusir penjajah yang digerakkan oleh para pemuda dalam organisasi-organisai seperti Sarikat Islam, Budi Oetomo dan masih banyak lagi yang mungkin kita semua sudah tau. Sampai dengan penggulingan presiden kita sendiri pada tahun 1998 yang dilakukan oleh para Mahasiswa yang notabenya adalah para pemuda.
Dari beberapa contoh diatas saya bisa mengambil suatu pelajaran bahwa para pemuda itu semua Bersikap dan melakukan sebuah tindakan nyata, bahkan mereka juga sebagai PENCETUS sebuah langkah untuk kemerdekaan Indonesia. Dua hal yang saya garis bawahi itulah yang ingin saya bicarakan atau mungkin bisa kita diskusikan bersama bahwa seharusnya saat ini kita sebagai para “pemuda Indonesia tidak sebagai generasi penerus tetapi sebagai generasi pencetus untuk bangsa kita INDONESIA”.

Mengapa saya berpendapatan seperti ini? sangatlah baik jika kita mejadi pemuda generasi penerus untuk meneruskan perjuangan para pemuda terdahulu yang ikut memperjuangkan kemerdekaan negara, tapi hal itu sudah dilakukan oleh para orang yang sekarang berada diatas mengatur negara kita saat ini. Dan tampaknya mereka belum berhasil atau malah mungkin menyimpang dari semangat perjuangan para pemuda kita dahulu. Ini bisa terbukti dari budaya KKN yang semakin “baik” di negara kita, pendidikan yang masih sangat sulit untuk bisa dinikmati kaum menengah ke bawah karena mahalnya biaya, kesehatan yang belum bisa mencapai sampai ke pelosok-pelosok desa, kesejahteraan rakyat yang masih belum merata, dan masih banyaknya pengangguran yang sangat memerlukan adanya sebuah pekerjaan.

Bukan berarti saya tidak menghargai sama sekali usaha orang-orang tadi yang benar-benar ingin negara kita bisa menjadi lebih baik. Tapi saya sangat menyayangkan para oknum yang memanfaatkan jabatannya untuk keuntungan perut pribandinya. Ini…, ini yang ingin saya tekankan, budaya atau keaadan kita saat ini tidak bisa kita pungkiri adalah seperti ini. Budaya korupsi yang semakin “baik” dari lembaga tertinggi sampai yang terendah, tanggung jawab seorang calon pemimipin yang patut dipertanyakan (masih menjabat sebagai walikota, tapi sudah mencalonkan diri menjadi Gubernur) dan masih banyak lagi contoh-contoh yang saat ini sedang menjadi penyakit negara kita.

Nah, dari budaya dan keadaan negara kita diatas, apa kita mau meneruskannya? apa kita mau menjadi pemuda generasi penerus korupsi, tak bertanggung jawab dan hanya mementingkan diri sendiri? tentu seharusnya tidak! oleh karena itu mari kita sekarang menjadi pemuda-pemuda pencetus sebuah langkah baru untuk negara kita. Lalu kita bisa mencetuskan apa? sebenarnya pertanyaan ini silahkan kita tanyakan pada diri kita sendiri. Apa yang bisa kita lakukan dalam bidang yang kita kuasai? apa semangat kita? apa passion kita? Apa yang ingin kamu lakukan atau ide apa yang kamu punyai untuk kemajuan negara kita?

Jika kita semua mempunyai mimpi sebuah sikap dan tindakan nyata untuk Indonesia mari bersama-sama untuk mulai mencetuskannya. Saya ingin memberikan salah satu contoh sikap dan tindakan nyata seorang pemuda dalam hal pendidikan di Indonesia. Dia adalah Anies Baswedan, Ph.D., dia adalah pencetus dari sebuah gerakan nyata yang bernama Gerakan Indonesia Mengajar, dimana gerakan ini mengajak putra-putri terbaik di Republik ini, generasi baru yang terdidik, berprestasi dan memiliki semangat juang untuk menjadi guru SD selama satu tahun di pelosok Indonesia, tentunya setelah mereka di gembleng dan diberikan pelatihan oleh para tim yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, yang kebetulan Anies Baswedan menjadi ketua dari yayasan tersebut. Sebagai sebuah ikhtiar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, Gerakan Indonesia Mengajar tidak berpretensi untuk menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan di Indonesia. Namun, Indonesia Mengajar sepenuhnya percaya bahwa hadirnya putra-putri terbaik Indonesia sebagai guru, mendorong peningkatan kualitas pendidikan kita.

Contoh di atas merupakan sikap dan tindakan nyata seorang pencetus langkah baru bagi Indonesia. Apakah kita juga mau menjadi generasi pencetus-pencetus selanjutnya bagi negara kita? atau tetap menjadi penerus?

Thursday, 8 November 2012

BAKSOS IPPG : Korban Merapi







 






















Prestasi Pemuda Indonesia

 
Prestasi pemuda Indonesia di kancah internasional bisa menjadi contoh nyata dari istilah kebangkitan itu. Prestasi itu sungguh memikau baik di olimpiade sains, kompetisi olahraga, maupun riset. Prestasi ini dapat membongkar stigma negatif yang selama ini terlanjur melekat bagi Indonsia. Kenyataan ini menandakan bahwa sebenarnya kaum muda Indonesia memiliki kualitas luar biasa bahkan mengungguli negara-negara barat. Beberapa prestasi ini menjadi alasan bagi banyak orang yang beranggapan bahwa Indonesia bisa jaya oleh pemuda. Bahkan seperti sudah menjadi keperacayaan bagi banyak orang bahwa sebenarnya bangsa Indonesia ini bisa maju jika dipimpin oleh kaum muda.
Namun prestasi internasional itu tidak sebanding dengan prestasi dalam negeri sendiri. Di negeri ini kaum muda masih diabaikan. Ongkos politik dan sosial untuk menjadi seorang pemimpin di Negara ini sunguh luar biasa besar, modal inilah yang belum dimiliki kaum muda Indonesia. Meski ada semangat yang berkobar dan patriotisme tinggi tapi masih belum mampu memuluskan jalan menjadi pemimipin. Lagipula budaya timur itu sangatlah susah dirubah, masyarakat indonesia masih sangat tidak percaya bila dipimpin oleh orang muda. Bilapun ada contoh kaum muda menjadi pemimpin di negeri ini bukanlah murni karena kompetensi yang dimilikinya tetapi karena faktor lain seperti ketampanan fisik, ketenaran, dan kekayaan. Keran kepemimpinan itu harus dibuka bagi kaum muda.
Fakta yang terjadi di Amerika itu, mungkin bisa membuka mata para pemimpin bangsa ini, bahwa tak selamanya yang tua lebih bagus, meski memiliki pengalaman, namun tak bisa menjustifikasi bahwa anak muda tidak punya semangat meraih pengalaman yang jauh lebih bagus lagi dari kaum tua itu. Kaum muda justru memiliki semangat besar dan energi tinggi untuk meraih mimpinya. Kaum muda punya keberanian (sesuatu yang tidak dimiliki pemimpin bangsa saat ini) mendobrak kebiasaan buruk yang menurut sebagian orang sudah menjadi budaya. Kaum muda punya nyali tinggi menghadapi kedzaliman. Dan kaum muda punya kemauan keras untuk belajar.
Masih teringat oleh kita 100 tahun yang lalu. Masa dimana Indonesia merasa itulah momen yang tepat menunjukkan kebangkitan bangsa ini dari penjajahan Belanda dengan berdirinya Budi Utomo. Siapa yang mengusungnya? Tokoh tua kah? Kita lihat juga saat bersejarah ketika seluruh pemuda Indonesia mengikrarkan sumpahnya tahun 1928 sehingga membuat penjajah kalang kabut. Siapa yang melakoninya, apakah kaum tua? Demikian juga kalau bukan para pemuda yang mendesak Soekarno dan Hatta untuk mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia tahun 1945 mungkin sampai saat ini Indonesia masih menjadi bangsa terjajah. Kemudian siapa yang menggulingkan kediktatoran Orde Baru? Dan masih banyak sebenarnya bukti-bukti sejarah yang menunjukkan peran pemuda meraih kejayaan bangsa, namun sepertinya sederetan bukti itu tidak cukup bagi para elit untuk menempatkan pemuda sebagai human capital bagi negeri ini.
Indonesia adalah bangsa yang tidak pernah belajar dari sejarah. Pernyatan inilah yang akhirnya sering menjadi momok sekaligus tameng bagi setiap kegagalan yang dialami bangsa ini. Pertanyaan yang harus kita jawab bersama adalah kenapa kita tidak mau belajar dari sejarah? Melalui momentum sejarah 100 tahun kebangkitan nasional ini mudah-mudahan bisa membuka mata telinga kita bahwa banyak anak muda yang berpotensi diluar sana yang siap membangun bangsa ini, membuatnya menjadi bangsa yang besar dan disegani bangsa lain.
100 tahun sudah lah cukup bagi kita belajar dari sejarah bangsa ini. Sekaranglah momentumnya menunjukkan kembali kejayaan bangsa ini. Mari kita keluar dari keterpurukan pembenahan sistem internal bangsa ini yang tak kunjung usai. Mari kita bangkit dari perbudakan neo kapitalisme globalisasinya barat, merdeka dari segala belenggu regulasi internasional yang memaksa Indonesia terus membungkuk. Kinilah saatnya Indonesia bangkit.

Jika PricewaterhouseCoopers Internasional telah memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi lima negara besar dunia pada tahun 2050. Namun dugaan saya perkiraan itu jauh bisa dipercepat jika dari sekarang kaum muda dilibatkan dalam pembangunan bangsa.