Friday, 9 November 2012

Generasi Muda Tanpa Narkoba


NAPZA merupakan istilah yang dipakai saat ini, yang merupakan kepanjangan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, yang sering dikenal NARKOBA (Narkotika dan Bahan / Obat Berbahaya lainnya)
         Narkotika : zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, pembiusan, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Contoh : Ganja
         Psikotropika : zat atau obat baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Contoh : Ekstasi
         Zat adiktif lainnya : zat adiktif yang bukan narkotika dan psikotropika atau zat-zat baru hasil olahan manusia yang menyebabkan kecanduan.

Jenis-jenis NAPZA
Berdasarkan jenisnya Napza memiliki tiga kategori :
1.    Narkotika
-          Opioid (opiat)
ü      Opioid atau opiate berasal dari opium, juz dari bungan opium, yang mengandung kira-kira 20 alkaloid opium, termasuk morfin, candu, heroin (putaw), methadone, demerol.
ü      Efek yang ditimbulkan : mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara, kerusakan penglihatan pada malam hari, kerusakan pada hati dan ginjal, penurunan libido, kebingungan dalam identitas seksual, terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya makin meningkat, kematian semakin meningkat.
ü      Gejala keracunan  Opioid : kontraksi pupil, mengantuk atau koma, bicara cadel, gangguan daya ingat.
-          Kokain
ü      Zat adiktif yang sangat berbahaya dan sering disalahgunakan. Kokain didapat kan dari tanaman belukar erythroxylon coca, yang berasal dari amerika selatan, dimana daun itu biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulant.
ü      Efek yang ditimbulkan : pemakai menjadi bersemangat, gelisah, tidak bisa diam, tidak nafsu makan, paranoid, liver terganggu. Gejala putus kokain disertai kecenderungan untuk bunuh diri.
-          Ganja
ü      Ganja mengandung sejenis bahan kimia yang disebut THC (delta-9-tetrahydrocannabinol) yang bisa mempengaruhi suasana hati dan mempengaruhi cara orang melihat dan mendenagr hal-hal sekitarnya.
ü      Efek pemakaian : mudah kehilangan kosentrasi, denyut nadii cenderung meningkat, keseimbangan dan koordinasi tubuh menjadi buruk, ketakutan, mudah panic, depresi, kebingungan dan berhalusinasi.
2.    Psikotropika
-          Ekstasi (XTC)
ü      Salah satu obat bius yang dibuat secara illegal disebuah laboratorium dalam bentuk tablet atau kapsul.
ü      Efek yang ditimbulkan : diare, rasa haus yang berlebihan, sakit kepala/pusing, menggigil tidak terkontrol, detak jantung yang cepat, mual disertai muntah atau hilangnya nafsu makan, gelisah / tidak bisa diam, pucat dan keringat, dehidrasi, mood berubah.

-          Sabu-sabu
ü      Berbentuk kristal seperti gula, tidak berwarna dan berabau. Ada juga yang berbentuk tablet. Sabu-sabu dikenal dengan julukan glass, quartz, hirropon, ice cream
ü      Efek : menjadi bersemangat, gelisah dan tidak bisa diam, tidak bisa tidur, tidak bisa makan, dalam jangkan panjang bisa menyebabkan fungsi otak terganggu bahkan bisa gila, paranoid, dan gangguan hati.
ü      Gejala : cepat marah, tidak tenang, cepat lelah, tidak bersemangat, lesu, letih, ingin tidur terus.
3.    Zat adiktif lainnya
-          Minuman keras / Alkohol
ü      Alkohoh adalah zat yang paling sering disalahgunakan manusia, diperoleh dari peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian.
ü      Efek : efek yang ditimbulkan berbeda-beda sesuai dengan kadar alcohol yang dikonsumsi.
ü      Efek dalam jumlah yang kecil : relax, bisa mengekspresikan emosi, misalnya : rasa senag, sedih dan kemarahan.
ü      Efek jika dikonsumsi berlebihan : lebih bebas mengekspresikan diri, berbicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, dan bisa sampai tidak sadarkan diri.
-          Nikotin
ü      Bentuk nikotin yang paling umum adalah tembakau, yang dihisap dalam bentuk rokok, cerutu dan pipa. Bisa disedot atau dikunyah.
ü      Efek : secara perilaku, efek stimulasi dari nikotin menyebabkan peningkatan perhatian, belajar dan kemampuan memecahkan masalah. Efek jangka panjang disertai dengan penurunan aliran darah, bisa menyebabkan kematian karena kegagalan pernafasan.


-          Inhalansia
ü      Uap bahan yang mudah dihirup, misalnya isi korek api gas, cairan dry cleaning, uap bensin, lem, cairan pemantik api, semen karet, pengencer cet tinner).
ü      Efek : timbul perasan euphoria, kegembiraan, sensani mnyenangkan, bicara yang tidak jelas, rasa ketakutan, ilusi sensorik, halusinasi.

CARA MENYALAHGUNAKAN
  1. Oral
   Ditelan melalui mulut, diabsorbsi di lambung
  1. Inhalation
Diabsorbsi di dalam darah melalui sel paru-paru
Harus dalam bentuk gas drop, cairan yang mudah menguap,
Suspensi partikel dalam gas
  1. Absorbtion Across Mucous Membrane dan Skin
Sniffing atau Snorting (bukan inhalation)
Ointment dioleskan ke kulit
Ditaruh dalam luka kulit
Suppositories diabsorbsi mucous membrane rectum
  1. Injection Parenteral
-          Subcutaneus injection
-          Intramuscular injection
-          Intravenous injection




Faktor-faktor penyebab penyalahgunaan NAPZA
Ada berbagai motif remaja terkena NARKOBA diantaranya :
1)      Ingin mengatasi perasaan gelisah
2)     Rasa ingin tahu yang besar
3)     Ingin memperoleh pengalaman baru
4)     Coba-coba atau sebagai hiburan
5)     Ingin dianggap dewasa
6)     Agar diterima dikelompoknya dan biar gaul
7)     Ketidakharmonisan dalam keluarga
8)     Kepribadian yang rapuh
9)     Karena NARKOBA mudah diperoleh
10) Keimanan yang semakin tipis

Dampak/bahaya penyalahgunaan NAPZA
  1. Gangguan memori otak/pelupa
  2. Sulit berfikir jernih dan kosentrasi
  3. Suka bengong/melamun
  4. Gangguan liver/paru-paru/mata/kulit
  5. Tulang dan gigi keropos
  6. Kecanduan dan bisa gila
  7. Terinveksi virus HIV/AIDS
  8. Prestasi sekolah/kerja mundur bahkan bisa berhenti
  9. Hubungan dengan kelurga menjadi buruk
  10. Tindak kriminal
  11. Gangguan membaca, berbahasa, berhitung dan menghambat keterampilan sosial

Ciri-ciri pengguna NAPZA
-         Fisik
a.       Berat badan turun drastic
b.      Buang air besar dan kecil kurang lancer
c.       Mata terlihat cekung dan merah
d.      Sembelit atau sakit perut
e.       Tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti tanda bekas gigitan nyamuk dan ada tanda sayatan
-         Emosi
a.       Sangat sensitive dan cepat bosan
b.      Nafsu makan tidak menentu
c.       Bila ditegur/dimarahi malah menunjukkan sikap membangkang
d.      Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk mukul orang
-         Perilaku
a.       Bicara cadel/pelo
b.      Jalan sempoyongan
c.       Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas rutinnya
d.      Jantung berdebar-debar
e.       Nyeri kepala
f.       Nyeri/ngile sendi-sendi
g.       Mengeluarkan air mata berlebihan
h.       Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
i.         Selalu kehabisan uang
j.        Bicaranya tidak nayambung
k.      Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan
l.         Sering berbohong, ingkar janji, pemalas
m.     Sering bertemu dengan orang yang tak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam
n.       Sering mengalami mimpi buruk
o.       Cenderung menarik diri dari acara keluarga dan lebih senang mengurung diri di kamar
p.       Takut air, jika terkena air terasa sakit
q.       Suka mencuri dan menjual barang-barang yang ada di rumah
r.       Waktunya dirumah sering dihabiskan di kamar tidur/ruang gelap

Tempat yang digunakan untuk peredaran NARKOBA
  1. Diskotik / café / hotel / bioskop / villa
  2. Tempat kos / mall / plaza
  3. Kamar kecil / WC / kamar mandi
  4. Kantin sekolah / kantor / restaurant
  5. Warung / wartel / kantor pos
  6. Tempat parker mobil dan motor
  7. Perpustakaan / gudang barang
  8. Bandara / pelabuhan / terminal
  9. Ruang kosong / pondok
  10. Lembaga pemasyarakatan (LP)

Tahapan penggunaan NARKOBA
                  Ada beberapa tahapan mengapa orang sampai menggunakan yang namanya NARKOBA, yaitu :
1)      Awalnya dari rokok
2)     Kemudian alkohol
3)     NARKOTIKA dan PSIKOTROPIKA
4)     Menjalar yang namanya FREE SEX
5)     Aborsi (menggugurkan kandungan)

Situasi yang membuat kita sulit mengatakan “tidak”
  1. Dalam pacaran, kadang kita memang menikmati saat-saat bersama pacar, berpegangan tangan dan bersentuhan. Persoalannya kita cuma menginginkan hal itu, tapi pacar menginginkan yang lebih jauh lagi, misalnya berhubungan seks. Banyak cewek yang merasa takut untuk menolak.
  2. Ajakan teman / sahabat untuk merokok, minum alcohol atau memakai obat-obantan
  3. Paksaan, pengompasan, pemalakan. Sering kali tekanan untuk ikut terlibat tawuran yang mengatasnamakan solidaritas.

Tips bilang “tidak”
  1. Kenali perasaan dan pendapat kita sendiri terhadap merokok, alcohol, napza, hubungan seks pranikah, tawuran.
  2. Bersikap ramah dan tegas
  3. Katakan dengan jujur bagaimana perasaan kita, misalnya : “ Saya tidak mau mulai merokok karena takut keterusan”
  4. Apabila ini berkaitan dengan kepercayaan kita, bilang saja dengan jelas: