Friday, 9 November 2012

Pemuda Qur’ani untuk Indonesia




Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmulah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa.
Kepada para pemuda
Yang merindukan lahirnya kejayaan
Kepada umat yang tengah
Kebingungan di persimpangna jalan
Kepada para pewaris peradaban yang kaya raya,
Yang telah menggoreskan catatan membanggakan
Di lembar sejarah umat manusia
Kepada setiap muslim
Yang yakin akan masa depan dirinya
Sebagai pemimpin dunia dan peraih kebahagiaan
Di kampung akhirat
Kepada mereka semua kami persembahkan risalah ini.

Sepenggal lirik lagu “Bangun Pemudi-pemuda” dan lirik lagu “Totalitas perjuangan” yang sudah diaransemen sedikit seakan menggelitik pemuda Indonesia. Menggelitik karena pemuda seakan-akan hanya tertawa dengan kondisi bangsa pada saat ini. Air mata ibu pertiwi terus mengalir dari pelupuk mata masyarakat kecil yang sangat menunggu kontribusi para pemuda harapan bangsa. Para pemuda yang seharusnya membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Apa yang terjadi pada kebanyakan para pemuda sekarang?. Apakah mereka terlalu lugu dan polos untuk mengetahui permasalahan yang ada pada bangsa Indonesia?. Apakah mereka sudah tidak peduli dengan masa depan bangsa ini?. Mudah-mudahan itu semua hanya mimpi dan mereka segera terbangun dari tidur panjang untuk segera membangun bangsa ini. Tetapi, pemuda seperti apakah yang akan membangun bangsa ini?
Para pemuda yang berkarakter sangat dinanti-nanti kedatangannya untuk melanjutkan tongkat estafet bangsa ini. Namun, pemuda yang berkarakter saja tidak cukup. Sudah banyak pemuda yang berkarakter kuat, tetapi pada akhirnya mereka tenggelam karena mereka tidak menjadikan Al Qur’an sebagai lentera dalam perjalanannya. Para pemuda yang memiliki idealisme serta takut kepada Allah SWT, para pemuda yang berani menyatakan kebenaran dan berani meninggalkan yang bathil ialah yang insya Allah akan memperbaiki keadaan bangsa bahkan akan membangun bangsa. Karena mereka akan selalu dinaungi petunjuk Allah SWT dalam setiap langkah perjuangan dakwah mereka. Seperti Firman Allah SWT berikut yang artinya: “Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (Al-Kahfi: 13). Sepertinya keempat nilai ini, yakni iman, ikhlas, semangat, dan amal merupakan karekter yang melekat pada diri pemuda, karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda. Bukan sembarang pemuda, melainkan pemuda yang cinta membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan kandungan dari Al Qur’an. Pemuda yang terlahir sebagai generasi Qur’ani.
Sangat miris memang melihat kebanyakan pemuda Indonesia sekarang, mereka seperti tidak tahu jatidirinya dan tidak memiliki pandangan hidup yang jelas. Hedonisme menjerat pemuda, sehingga melahirkan para pemuda yang konsumtif yang sengaja dibuat lupa akan tugasnya sebagai generasi penerus bangsa. Mereka lebih senang ketempat perbelanjaan dan menghabiskan uangnya demi kesenangan belaka bukan menyisihkan sebagian harta mereka untuk orang yang membutuhkan. Lihatlah masjid-masjid yang megah dan indah hanya dipenuhi oleh orang-orang tua dan renta yang menunaikan rakaat shalatnya bukankah seharusnya saf-saf depan itu diisi oleh para pemuda. Sedangkan hari-hari puasa mereka di bulan Ramadhan pada setiap tahun tidak lebih dari sekedar saat-saat bermalasan dan berhari libur, serta saat untuk memanjakan makan dan minum di malam harinya. Sedikit sekali dari mereka yang memperoleh pembaharuan ruh iman dan penyucian hati dengan puasanya. Hal ini terjadi karena semakin terasingnya pemuda dari Al Qur’an.
Para Pemuda seakan-akan asing terhadap Al Qur’an, jangankan untuk memahami kandungannya untuk membaca saja mereka tidak melaksanakan. Jika kondisi ini dibiarkan, maka bisa kita bayangkan seperti apa masa depan bangsa Indonesia ini. Al Qur’an diturunkan bukan hanya sebagai pandangan hidup melainkan juga sebagai obat yang akan mengobati penyakit umat manusia dan menyelesaikan persoalan hidup. Sebagai dasar pemikiran umat islam yang akan membentengi dari serbuan pemikiran-pemikiran yang bertujuan untuk membendung ajaran Islam kepada para pemudanya. Mereka menyiapkan segala daya dan upaya untuk dapat memperdaya umat Islam dengan kekuatan dan kekuasaannya dengan suatu upaya yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mereka menghancurkan umat Islam hingga akar-akarnya yaitu para pemuda Islam. Dan ini semua memberi pengaruh yang amat nyata, sehingga lahirlah generasi yang gersang yang jauh dari Al Qur’an dan lebih akrab dengan nilai-nilai di luar Islam daripada dengan miliknya sendiri.
Sahabatku yang dicintai Allah, kita sebagai pemuda Islam seharusnya membaca, memahami, menghafal dan mengamalkan Al Qur’an karena untuk membentuk masyarakat yang qur’ani harus dimulai dari pribadi kita masing-masing yaitu pribadi para pemuda yang insya Allah menjadi pemuda qur’ani. Seperti firman Allah SWT yang artinya sebagai berikut: “Dan sesungguhnya, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu ikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah agar kamu bertaqwa,” (Al-Anam: 153). Sesungguhnya harapan itu masih ada ditangan pemuda qur’ani, pemuda yang akan menjadikan bangsa ini lebih baik dimasa yang akan datang. Insya Allah.